Dubes AS untuk Yunani Mundur kaena Pelanggaran Etika

Jumat, 16 Okt 2026, 00:55 WIB

TOKYO - Gedung Putih mengatakan pada Selasa (13/10) bahwa Duta Besar untuk Yunani Kimberly Guilfoyle diminta untuk mundur di tengah sorotan terkait tuduhan pelanggaran etika.

Guilfoyle kemudian mengunggah di media sosial bahwa dirinya mengundurkan diri. Ia mengatakan bahwa menjabat sebagai duta besar sebagai kehormatan seumur hidup.

Ket. Foto: Kimberly Guilfoyle — Sumber: NHK

Pengumuman ini disampaikan menyusul laporan dugaan pelanggaran perilaku yang dilakukannya sebelum ia ditunjuk sebagai duta besar.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Guilfoyle meminta 100.000 dollar kepada seorang donatur Presiden Donald Trump sebagai imbalan atas bantuan dari pemerintah. Ia juga dilaporkan sedang diselidiki karena menerima hadiah yang tidak sepatutnya dari seorang pengusaha Yunani. Mantan tunangan putra sulung Trump tersebut membantah tuduhan itu.

Presiden Trump pada Selasa (13/10) lalu mengomentari tentang tuduhan yang ditujukan kepada Guilfoyle. Trump mengatakan, "Ia melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi kami tidak menyukai apa yang kami baca."

The New York Times mengatakan bahwa respons cepat Gedung Putih menunjukkan bahwa Trump bersedia memutuskan hubungan dengan siapa pun yang menjadi beban. ils/NHK/I-1

  • Pelanggaran Etika
  • Dubes AS

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.