- Home
-
- Megapolitan
-
- DKI Jakarta Kaji Bantuan u...
DKI Jakarta Kaji Bantuan untuk Daerah Terdampak Karhutla, 31 RS Disiagakan
Jumat, 16 Okt 2026, 17:00 WIBJAKARTA - Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji rencana pemberian bantuan bagi daerah yang terdampak parah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, rencana tersebut akan dibahas bersama jajarannya sebelum keputusan mengenai bantuan ditetapkan.
Pramono belum mengungkapkan bentuk bantuan yang akan disalurkan maupun daerah yang menjadi sasaran. Ia menyatakan akan segera menggelar rapat untuk membahas rencana tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.
âPemerintah DKI Jakarta mempertimbangkan untuk memberikan bantuan itu, nanti saya akan segera rapatkan dan segera akan saya putuskan,â kata Pramono saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026).
Rencana pemberian bantuan itu muncul ketika kualitas udara di Jakarta mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pramono mengakui kondisi udara di Ibu Kota memburuk selama dua hingga tiga hari terakhir, meskipun ia belum memastikan penyebab utama perubahan tersebut.
âMemang sekarang ini dalam dua tiga hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk,â ujar Pramono.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi indikasi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan telah memasuki atmosfer Jakarta pada Jumat pagi. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan dampak penurunan kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.
Siagakan Fasilitas Kesehatan
Untuk mengantisipasi dampak buruk kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta menyiagakan sejumlah fasilitas kesehatan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis. Pramono telah menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar bersiap menghadapi potensi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi udara.
Fasilitas kesehatan yang disiagakan meliputi 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 pembantu puskesmas. Kesiapan tersebut ditujukan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh pelayanan apabila mengalami gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.
"Memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini," kata Pramono.
Pramono mengungkapkan, dirinya sebenarnya telah berencana menyampaikan kondisi kualitas udara Jakarta kepada masyarakat sejak tiga hari sebelumnya. Namun, ia memilih berhati-hati agar pernyataannya tidak memicu perdebatan mengenai faktor yang menyebabkan penurunan kualitas udara.
"Saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro kontra. Apakah ini disebabkan oleh apa, tapi yang jelas bahwa betul, sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik," ucapnya.
Ratusan Titik Api Tersebar di Enam Provinsi
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Oktober 2026, terdapat 176 titik api dan 7.678 titik panas yang tersebar di enam provinsi prioritas penanganan karhutla. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Luas lahan yang masih dalam penanganan tercatat mencapai sekitar 639,23 hektare. Sementara itu, kebakaran di sejumlah kawasan, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting, dilaporkan mencapai luasan lebih dari 54.000 hektare.
Besarnya sebaran titik panas dan luas wilayah terdampak menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Dalam situasi tersebut, Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan dukungan bagi wilayah yang mengalami dampak parah, sembari menyiapkan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap warga Ibu Kota.
Keputusan mengenai bantuan antardaerah masih menunggu pembahasan internal Pemprov DKI Jakarta. Di sisi lain, kesiapsiagaan rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan pendukung menjadi langkah pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi risiko kesehatan selama kualitas udara memburuk.
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
- kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
- Pemprov DKI Jakarta
- Kualitas Udara Jakarta
- Gubernur DKI Pramono Anung
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- rumah sakit Jakarta
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke-4 di Indonesia, Paling Parah Palembang di Posisi Pertama!
-
BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia
-
Transjakarta Bakal Kelola Transportasi Udara, Pemprov DKI Siapkan Fasilitas
-
Jakarta Punya 37 Bus Sekolah Ramah Disabilitas, Siap Antar Jemput Anak-anak Berkebutuhan Khusus
-
BMKG: Hujan dengan Berbagai Intensitas Bakal Guyur Sejumlah Kota Besar di Wilayah Indonesia pada Minggu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.