BMKG Sebut Penyebab Panas Terkait Radiasi Matahari Tinggi
Jumat, 16 Okt 2026, 00:40 WIBJAKARTA - BMKG menyebut kondisi panas yang dirasakan masyarakat berkaitan dengan intensitas radiasi matahari. Lalu disebutkan karena minimnya tutupan awan dalam beberapa hari terakhir.
âLangit yang relatif cerah membuat sinar Matahari lebih leluasa mencapai permukaan bumi. Sehingga paparan panas terasa semakin menyengat, terutama pada siang hari,â kata Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Supari, Kamis (15/10).
Kondisi ini berbeda dibandingkan sekitar sepekan sebelumnya yakni ketika sejumlah wilayah, termasuk Bogor, masih mengalami hujan.
âBerkurangnya hujan dan tutupan awan membuat kondisi atmosfer lebih mendukung. Yaitu untuk peningkatan suhu pada siang hari,â kata dia.
Fenomena juga berkaitan dengan pola musiman pada Oktober. Pada periode ini, masyarakat kerap mengeluhkan cuaca panas, terutama di wilayah Pulau Jawa.
Salah satu faktor yang memengaruhi intensitas penyinaran adalah posisi semu matahari yang berada di sekitar wilayah selatan ekuator. Sehingga sejumlah daerah di Jawa menerima penyinaran matahari yang cukup intens.
âKetika kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan minimnya awan. Maka matahari yang mencapai permukaan bumi menjadi lebih besar,â kata dia. ils/I-1
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- radiasi matahari
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Kasus Polio Kembali Merebak dan Mengancam Anak-Anak di Afghanistan
-
Xi Jinping Buka Pertemuan Penting PKT
-
Bernadya dan NPD Akan Ramaikan Festival Jajanan di Hutan Kota GBK
-
BMKG Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem, Hujan, hingga Rob pada Rabu
-
Usaha Pembangunan Jaya Jika Ingin Berlanjut Harus Mengadopsi Lima Kunci
-
Kemenbud Targetkan 7.000 Cagar Budaya Nasional Hingga Akhir 2026
-
Bukan Padamkan Api Lalu Buat Apa?, Ini Penjelasan BNPB Fungsi Sebenarnya Dry Ice untuk Karhutla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.