Wabah Ebola di Kongo Telah Tewaskan 4.381 Jiwa

Kamis, 15 Okt 2026, 17:00 WIB

KINSHASA — Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo terus meluas ke wilayah baru, disertai peningkatan jumlah infeksi dan kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 9.066 kasus, termasuk 4.381 kematian, sejak wabah diumumkan pada Mei.

Wabah tersebut telah menyebar ke tujuh provinsi, yakni Haut-Uele, Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Bas-Uele, Tshopo, dan Sud-Ubangi. WHO menyatakan zona kesehatan Dakwa di Provinsi Bas-Uele menjadi wilayah terbaru yang terdampak virus Ebola strain Bundibugyo.

Ket. Foto: — Sumber: Dokumentasi WHO/Josua Mulala Raymond

Dengan penambahan wilayah tersebut, jumlah zona kesehatan yang terdampak mencapai 65 zona sejak awal wabah. WHO juga melaporkan bahwa pola penularan masih bervariasi di sejumlah wilayah.

Provinsi Ituri masih menjadi pusat utama wabah, sementara penularan dalam jumlah signifikan terus berlangsung di Kivu Utara dan Haut-Uele. Manajer penanganan insiden WHO di Kongo, Catherine Swallwood, mengatakan pihaknya masih mengkhawatirkan tingginya angka kematian di masyarakat.

Melansir dari Anadolu, Kamis (15/10), angka tersebut mencapai sekitar 60 persen. Ia menjelaskan, dalam beberapa pekan terakhir, sekitar sepertiga dari seluruh kasus baru masih berupa kematian di masyarakat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah pasien belum terdeteksi oleh otoritas kesehatan sebelum meninggal dunia. Wabah tersebut menjadi yang terbesar dan paling mematikan yang pernah tercatat di Kongo.

Secara global, wabah ini merupakan wabah Ebola terbesar kedua setelah epidemi di Afrika Barat pada 2014–2016. Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) menyerukan peningkatan kesiapsiagaan regional untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.