Pertamina Kerahkan 4 Truk Tangki untuk Percepat Distribusi BBM di Bali

Kamis, 15 Okt 2026, 18:15 WIB

JAKARTA - Pertamina Patra Niaga mengerahkan empat truk tangki BBM dari Banyuwangi, Jawa Timur, ke Bali untuk mempercepat distribusi bahan bakar minyak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini dilakukan menyusul masih terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Pulau Dewata.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengatakan, masing-masing truk tangki yang dikerahkan memiliki kapasitas angkut 16 kiloliter. Armada tambahan tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar penyaluran BBM kepada masyarakat.

Ket. Foto: Pertamina Patra Niaga mengerahkan empat truk tangki BBM dari Banyuwangi, Jawa Timur, ke Bali untuk mempercepat distribusi bahan bakar minyak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini dilakukan menyusul masih terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Pulau Dewata. — Sumber: ANTARA

Untuk memenuhi kebutuhan BBM di Bali, Pertamina mengandalkan pasokan dari Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Kota Denpasar. Berdasarkan data Pertamina Wilayah Pemasaran Bali, Terminal BBM Sanggaran didukung oleh 25 hingga 30 armada truk tangki, sedangkan Terminal BBM Manggis memiliki 72 unit truk tangki.

Pertamina juga mempercepat penyaluran BBM dari kedua terminal tersebut ke sejumlah SPBU yang membutuhkan pasokan. Selain menambah armada, perusahaan menyiapkan pengemudi mobil tangki cadangan dan operator SPBU tambahan untuk mengantisipasi kelelahan petugas akibat meningkatnya aktivitas operasional.

Dalam mendukung kelancaran distribusi, Pertamina turut berkoordinasi dengan Kodam IX/Udayana untuk memenuhi kebutuhan operasional di lapangan. Perusahaan juga memanfaatkan layanan motoris BBM, yakni petugas yang menggunakan sepeda motor untuk menyalurkan bensin kepada pengguna kendaraan roda dua sesuai ketentuan operasional.

Pertamina kembali mengirimkan pasokan BBM melalui Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem serta dermaga di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar. Total pasokan yang dikirim secara bertahap pada 14-17 Oktober 2026 terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax.

Meski terdapat tambahan armada dan pasokan, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Bali hingga Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 10.00 Wita. Beberapa lokasi yang mengalami antrean antara lain SPBU Gatot Subroto di Denpasar Timur dekat Teras Ayung, SPBU Bandara Ngurah Rai di Badung, SPBU dekat Patung Sakah di Sukawati, Gianyar, serta SPBU Padang Kerta di Karangasem.

Untuk menekan mobilitas masyarakat selama upaya pemulihan distribusi BBM, Pemerintah Provinsi Bali menerbitkan surat edaran gubernur pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tersebut berlaku mulai Kamis hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, dengan menyasar instansi pemerintah, sektor pendidikan, badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Penerapan WFH ditujukan untuk mengurangi pergerakan masyarakat sekaligus mendukung upaya penyediaan dan distribusi BBM di Bali. Pemerintah daerah berharap pengurangan mobilitas dapat membantu memperlancar kondisi di lapangan selama penyaluran bahan bakar berlangsung.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan di Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026, bahwa antrean panjang BBM di Bali disebabkan oleh kendala distribusi. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kelancaran penyaluran menjadi salah satu aspek yang perlu ditangani untuk mengurangi antrean di SPBU.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.