Kementerian PU Prioritaskan Pemulihan Layanan Air Minum pada SPAM di Padang

Kamis, 15 Okt 2026, 08:33 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat memprioritaskan pemulihan layanan air minum dengan menangani sejumlah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat.

Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis (15/10), menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan layanan dasar.

Ket. Foto: Ilustrasi - Kementerian PU melakukan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. — Sumber: ANTARA

“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” ujar Dody.

Banjir di Padang pada Jumat (09/10) dan Sabtu (10/10) lalu, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur SPAM, di antaranya SPAM Guo Kuranji, SPAM Palukahan, dan SPAM Gunung Pangilun.

Menurut data Kementerian PU, pada SPAM Guo Kuranji, banjir menyebabkan kerusakan hingga jebolnya bangunan untuk pasokan (intake) serta terputusnya beberapa jaringan pipa transmisi. Sementara itu, bangunan intake SPAM Palukahan tertutup material banjir dan pada SPAM Gunung Pangilun, pekerjaan pembangunan prasedimen mengalami kendala akibat area pekerjaan yang terendam air.

Dari sejumlah infrastruktur yang terdampak, kata Dody, SPAM Guo Kuranji menjadi salah satu prioritas penanganan mengingat perannya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat.

SPAM Guo Kuranji memiliki kapasitas produksi sebesar 80 liter per detik dan melayani sekitar 10.000 sambungan rumah (SR) sehingga kerusakan yang terjadi berpotensi mengganggu kontinuitas pelayanan air minum bagi masyarakat yang bergantung pada sistem tersebut.

Penanganan SPAM Guo Kuranji, menurut Kementerian PU, menjadi tantangan tersendiri karena infrastruktur ini sebelumnya juga terdampak bencana pada November 2025 dan masih dalam proses konstruksi perbaikan.

Kementerian PU menyatakan BPBPK Sumbar akan memprioritaskan penanganan sementara guna mempercepat pemulihan layanan air minum bagi masyarakat, sebelum pekerjaan konstruksi permanen dilanjutkan sesuai dengan kondisi lapangan.

Menurut dia, dengan cara tersebut diharapkan meminimalkan dampak gangguan layanan sekaligus mendukung percepatan pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.