Indonesia Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

Kamis, 15 Okt 2026, 12:07 WIB

JAKARTA - Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab mendorong ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA) memberikan manfaat komersial yang signifikan dan membuka peluang bagi dunia usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Penandatanganan perjanjian hanyalah langkah awal. Nilai sebuah perjanjian ditentukan oleh implementasi dan manfaat nyata yang dirasakan pelaku usaha dan masyarakat kita. Mari kita pastikan Kemitraan Strategis ini menghadirkan peluang ekonomi yang nyata bagi dunia usaha dan masyarakat kita," kata Dubes dalam ASEAN Economic Symposium 2026 yang digelar di Ottawa, Kanada, Selasa.

Ket. Foto: Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab (tengah) berfoto bersama pada ASEAN Economic Symposium 2026 yang digelar di Ottawa, Kanada, Selasa (13/10/2026). — Sumber: KBRI Ottawa

Dalam siaran pers KBRI Ottawa yang diterima di Jakarta, Kamis, ia mengatakan perdagangan barang dua arah Kanada-ASEAN mencapai 52,4 miliar dolar Kanada (sekitar Rp663 triliun) pada 2025, naik hampir 24 persen dibanding 2024.

Namun, angka tersebut baru sekitar tiga persen dari total perdagangan Kanada dengan dunia, sehingga potensi kerja sama masih sangat besar.

"Untuk itu, ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA), yang akan menjadi perjanjian dagang pertama ASEAN dengan mitra di Amerika Utara, dinilai menjadi instrumen kunci," katanya.

Disebutkan bahwa proses perundingan tersebut kini memasuki fase penentuan menuju substantial conclusion pada KTT ke-49 ASEAN pada November mendatang.

Bagi Indonesia, katanya, ACAFTA diharapkan dapat melengkapi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) dalam mendorong peningkatan kerja sama ekonomi bilateral Indonesia-Kanada.

"Sistem perdagangan global dan rantai pasok tengah berada di bawah tekanan. Dalam situasi seperti ini, mitra yang meyakini perdagangan terbuka dan predictable akan semakin saling membutuhkan, dan ASEAN serta Kanada adalah mitra tersebut," katanya.

KBRI Ottawa, selaku Ketua Komite ASEAN di Ottawa (ACO) pada semester II 2026, menjadi mitra penyelenggara simposium bertema Building Canada-ASEAN Economic Resilience and Accelerating Market Penetration yangdihadiri sekitar 100 peserta dari kalangan pemerintah, parlemen, korps diplomatik, akademisi, pelaku usaha, dan mahasiswa.

Panel diskusi membahas penyelesaian isu perundingan ACAFTA, akses pasar, ketentuan asal barang, diversifikasi mitra dagang Kanada, serta pengurangan hambatan non-tarif.

Diskusi juga menyoroti peningkatan standar produk, hubungan antarmasyarakat, dan potensi ASEAN sebagai pasar serta sumber alternatif investasi bagi Kanada.

Simposium tersebut sekaligus menjadi ajang untuk mempromosikan kuliner ASEAN melalui sajian khas tiap negara anggota, termasuk Indonesia yang menyuguhkan mi goreng Jawa, pastel ayam, dan talam ubi ungu.

  • Asean-Canada FTA

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.