Harry Kane Lampaui Rekor Lionel Messi di Liga Champions meski Bayern Munich Ditahan Imbang

Kamis, 15 Okt 2026, 00:30 WIB

PARIS - Harry Kane mengukir pencapaian istimewa di Liga Champions dengan melampaui catatan gol Lionel Messi untuk pemain yang mencetak gol setelah berusia 30 tahun. Namun, dua gol kapten tim nasional Inggris itu belum cukup untuk mengantarkan Bayern Munich meraih kemenangan setelah ditahan imbang 3-3 oleh Viking FK, Rabu (14/10) dini hari WIB.

Kane mencetak dua gol untuk menyelamatkan Bayern dari kekalahan dalam pertandingan dramatis tersebut. Torehan itu membuat koleksi golnya di Liga Champions sejak berusia 30 tahun mencapai 36 gol, unggul satu gol atas rekor Messi yang sebelumnya mencatatkan 35 gol.

Ket. Foto: Harry Kane. — Sumber: UEFA

Pencapaian tersebut semakin memperkuat pembicaraan mengenai peluang Kane bersaing dalam perebutan Ballon d’Or 2026, menyusul produktivitasnya yang mengesankan sepanjang musim.

Bayern harus puas berbagi angka setelah gagal mempertahankan keunggulan dalam pertandingan melawan wakil Norwegia tersebut.

Viking, yang menurut laporan itu kembali tampil di kompetisi elite Eropa untuk pertama kalinya sejak musim 1992-1993, mengejutkan tim tamu dengan mencetak dua gol pada babak pertama.

Kane kemudian membawa Bayern kembali ke dalam pertandingan melalui eksekusi penalti dan sundulan di tiang jauh. Luis Diaz sempat membawa tim Jerman itu berbalik unggul lewat penyelesaian jarak dekat.

Namun, kartu merah yang diterima Michael Olise setelah memperoleh dua kartu kuning dalam waktu singkat mengubah jalannya pertandingan. Viking kembali mendapatkan momentum dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui sundulan pemain pengganti Herman Haugen.

Meski Bayern kehilangan dua poin, Kane tetap memiliki alasan untuk merayakan pencapaian pribadinya. Dua gol tersebut diklaim membawanya melewati rekor Messi untuk jumlah gol Liga Champions setelah berusia 30 tahun.

Kane juga disebut telah mencetak gol dalam sembilan penampilan Liga Champions secara beruntun. Catatan tersebut sebelumnya pernah dibukukan Ruud van Nistelrooy, Robert Lewandowski, dan Cristiano Ronaldo. Ronaldo disebut masih memegang rekor dengan 11 pertandingan berturut-turut mencetak gol.

Sepanjang awal musim ini, Kane diklaim telah mengemas delapan gol dan empat assist dalam sembilan penampilan. Performa tersebut melanjutkan tren produktifnya bersama Bayern serta tim nasional Inggris.

Kontrak Kane di Bayern disebut akan berakhir pada musim panas mendatang. Negosiasi mengenai kemungkinan perpanjangan kontrak selama dua tahun juga dilaporkan masih berlangsung.

Produktivitas gol menjadi salah satu alasan Kane dinilai berpeluang masuk dalam persaingan Ballon d’Or 2026. Kemampuannya tampil menentukan dalam pertandingan besar turut memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain yang patut diperhitungkan.

Menurut laporan sumber, Kane mencetak 73 gol untuk klub dan tim nasional sepanjang musim 2025-2026. Ia juga disebut membantu Bayern meraih dua gelar domestik dan mencapai semifinal Liga Champions.

Laporan tersebut turut menyebut Kane mencetak enam gol dalam enam pertandingan pada Piala Dunia 2026, ketika Inggris meraih medali perunggu. Klaim ini perlu diperiksa kembali berdasarkan hasil resmi turnamen.

Pencapaian Kane di Liga Champions, termasuk rekor gol setelah melewati usia 30 tahun, menggambarkan produktivitasnya pada fase karier yang matang.

Meski demikian, Ballon d’Or tidak hanya ditentukan oleh jumlah gol. Prestasi bersama klub dan tim nasional, kontribusi dalam pertandingan penting, serta pencapaian individu secara keseluruhan juga menjadi bagian dari pertimbangan.

Jika angka dan prestasi yang tercantum dalam laporan tersebut terkonfirmasi, Kane akan memiliki sejumlah modal kuat untuk masuk dalam pembahasan kandidat Ballon d’Or 2026.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.