Ekonomi Kreatif RI Naik Kelas, WCCE 2026 Jadi Ujian Daya Saing Global

Kamis, 15 Okt 2026, 20:45 WIB

JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memanfaatkan momentum konferensi internasional World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai upaya memperkuat reputasi dan kepemimpinan Indonesia dalam rantai ekonomi kreatif internasional, sekaligus mendorong sektor tersebut masuk dalam agenda pembangunan global menuju 2030.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan salah satu agenda utama WCCE 2026 adalah menghasilkan visi bersama pengembangan ekonomi kreatif dunia yang akan dituangkan dalam dokumen The Jakarta Vision on Creative Economy, yang menjadi landasan untuk mengusulkan resolusi mengenai ekonomi kreatif di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri konferensi pers WCCE 2026 di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Kamis (15/10/2026). — Sumber: ANTARA/Fitra Ashari

"Indonesia siap menjadi tuan rumah dialog terkait masa depan ekonomi kreatif dunia. Bagi Indonesia, WCCE bukan hanya forum internasional, melainkan kesempatan strategis untuk membawa potensi kreatifitas kita ke panggung global," ujarnya dalam konferensi pers WCCE 2026 di Jakarta, Kamis (15/10).

Dia menjelaskan dalam forum ini akan menghasilkan The Jakarta Vision on Creative Economy, yang mencakup empat pilar utama.

Pertama, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital dengan pendekatan yang berpusat pada manusia, sehingga teknologi dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kedua, keberlanjutan melalui ekonomi sirkular dan desain regeneratif, termasuk peran ekonomi kreatif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ketiga, kekayaan intelektual, keadilan ekonomi, dan hak-hak kreator untuk memastikan nilai tambah dari karya kreatif, budaya, serta kearifan lokal dapat memberikan manfaat yang adil.

Adapun pilar keempat adalah inklusivitas ekosistem kreatif dan pemberdayaan komunitas, yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Selain merumuskan arah kebijakan global, WCCE 2026 juga diarahkan untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, asosiasi, media, serta lembaga keuangan.

Dari sisi bisnis, konferensi tersebut akan menghadirkan forum bilateral dan business matching untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan mitra internasional.

Sejumlah perusahaan global, termasuk YouTube, Netflix, Canva, dan Tencent, juga dijadwalkan terlibat dalam rangkaian forum.

Pemerintah berharap pertemuan tersebut membuka peluang kolaborasi bisnis, termasuk kerja sama antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B) yang dapat memperluas jaringan dan akses pasar kreator Indonesia.

"Yang kita harapkan dalam forum tersebut juga terbuka ruang kolaborasi bisnis. Ada beberapa nota kesepahaman yang akan kita tanda tangani, terutama secara B2B jika memungkinkan," katanya.

Hingga saat ini, sebanyak 51 negara dan tujuh organisasi internasional telah mengonfirmasi partisipasi dalam WCCE 2026.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah, dengan target partisipasi mencapai lebih dari 80 negara.

Pemerintah pun menekankan bahwa keberhasilan WCCE tidak hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan, tetapi juga dari gagasan, kemitraan, dan tindak lanjut konkret yang dihasilkan setelah konferensi berakhir.

WCCE 2026 akan diselenggarakan pada 21-23 Oktober 2026, yang terdiri atas sejumlah rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di dua tempat.

Untuk pelaksanaan konferensi akan dilakukan di Hotel Indonesia Kempinski, dan untuk showcase Creative Village akan dilakukan di sekitar kawasan SCBD.

  • Kemenekraf
  • WCCE

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.