Cegah Dampak Buruk El Nino, Ekuador Selamatkan Pasokan Listrik Negara

Kamis, 15 Okt 2026, 23:43 WIB

QUITO - Ekuador akan memperkuat sistem kelistrikannya guna menjamin ketersediaan layanan selama bulan-bulan kritis fenomena cuaca El Nino, ujar Presiden Daniel Noboa pada Rabu (14/10).

Puncak El Nino diperkirakan berlangsung dari akhir November 2026 hingga Februari 2027.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Galo Paguay/Getty Images

"Kita sedang menghadapi situasi cuaca yang sangat ekstrem, terutama di sepanjang pesisir, meskipun daerah dataran tinggi juga terdampak," kata Noboa dalam wawancara dengan Radio Centro di Kota Ambato, Ekuador tengah.

Menurut Noboa, kondisi cuaca buruk telah meningkatkan frekuensi gangguan listrik, dengan insiden yang meningkat dari rata-rata "sekitar 20" kali per hari pada tahun normal menjadi antara 60 hingga 70 kali saat ini.

Pemerintah Ekuador telah menambah kapasitas pembangkit listrik lebih dari 400 megawatt dengan menerbitkan izin dan memberikan dukungan kepada sektor swasta, dengan tujuan memperkuat kapasitas sistem, ujarnya.

Pengumuman ini disampaikan di tengah musim kemarau di Ekuador, yang ditandai dengan minimnya curah hujan di bagian selatan negara tersebut.

Bagian selatan Ekuador menjadi lokasi bendungan-bendungan yang memasok air bagi Kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Paute, yang merupakan bagian dari Sistem Interkoneksi Nasional.

Kompleks tersebut merupakan sistem PLTA terbesar di Ekuador dan memasok sekitar 35 persen dari kebutuhan listrik nasional.

Saat ini, industri-industri besar di Ekuador menghadapi pemadaman listrik hingga 72 jam per pekan akibat musim kemarau, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk mengurangi konsumsi dan meringankan tekanan pada sistem kelistrikan nasional.

Pada 2024, Ekuador mengalami krisis energi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan pemadaman listrik yang berlangsung hingga 14 jam sehari dan berdampak pada rumah tangga, usaha, serta industri.

Ekuador dilanda cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino pada 1982-1983 dan 1997-1998, yang memicu hujan lebat dan banjir, terutama di wilayah pesisir. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.