BMKG Waspadai Bencana Hidrometeorologi akibat Pergeseran Awal Musim Hujan
Kamis, 15 Okt 2026, 17:05 WIBJAKARTA â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi basah akibat pergeseran awal musim hujan di Indonesia. Sekitar 61,08 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan kondisi normal.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachry Radjab, mengatakan musim hujan diperkirakan tetap mencapai puncaknya pada Desember hingga Februari. Namun, masyarakat perlu mengantisipasi kemungkinan musim hujan datang terlambat dan langsung mencapai puncaknya.
âSatu hal yang perlu kami sampaikan juga bahwa awal musim hujan datangnya mundur, tapi puncaknya sama. Artinya puncak musim hujan akan tetap terjadi di Desember, Januari, Februari, namun perlu waspada ketika musim hujan langsung puncak,â ujar Fachry dalam konferensi pers perkembangan penanganan Karhutla, di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (14/10).
Menurut Fachry, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah. Ancaman yang perlu diantisipasi meliputi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
BMKG juga memprediksi fenomena El Nino masih bertahan hingga awal 2027. Fenomena tersebut berpotensi mengurangi curah hujan di Indonesia, meskipun siklus musim hujan dan kemarau tetap berlangsung.
Fachry menjelaskan, pola musim hujan tidak seragam di seluruh wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada Desember hingga Februari, sedangkan Maluku dan Papua diprediksi mencapai puncaknya sekitar Mei.
Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Kesiapsiagaan diperlukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah selama periode musim hujan. ils/I-1
- El Nino
- Bencana Hidrometeorologi
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
JICAF 2026 Hadirkan Kolaborasi Musik dan Ilustrasi dalam Special Drop
-
91 Persen Rumah Tak Layak Huni di Papua Pegunungan, Pemerintah Siapkan Rp1,5 T Bangun 2.200 Rumah
-
BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia
-
WMO Peringatkan El Niño Superkuat, Suhu Laut Pasifik Tembus 3,7 Derajat Celsius - Dunia Terancam Kekeringan dan Banjir
-
BMKG: Hujan dengan Berbagai Intensitas Bakal Guyur Sejumlah Kota Besar di Wilayah Indonesia pada Minggu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.