- Home
-
- Megapolitan
-
- Benyamin S Award 2026 Masu...
Benyamin S Award 2026 Masuki Babak Final, 10 Lurah Bersaing Tunjukkan Inovasi Wilayah
Kamis, 15 Okt 2026, 16:55 WIBJAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menggelar penjurian final Benyamin S Award 2026 dengan melibatkan 10 lurah dari enam wilayah administrasi. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, penghargaan ini bertujuan mendorong peningkatan kinerja pemerintahan kelurahan melalui inovasi, penataan lingkungan, serta partisipasi aktif masyarakat.
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan Benyamin S Award menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja lurah dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan pelayanan kepada masyarakat. Penghargaan ini juga diharapkan dapat memacu setiap kelurahan untuk menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi warga.
"Benyamin S Award merupakan bentuk penghargaan atas kinerja, capaian, serta kerja keras para lurah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan untuk menjadikan wilayah Jakarta semakin Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera," ujar Sigit.
Pada 2026, sebanyak 52 lurah dari total 267 kelurahan di DKI Jakarta mengikuti seleksi yang dimulai sejak September. Setelah melalui serangkaian penilaian, jumlah peserta mengerucut menjadi 25 lurah sebelum akhirnya ditetapkan 10 finalis yang melaju ke tahap akhir.
Kesepuluh finalis tersebut adalah Lurah Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang. Mereka dinilai berdasarkan berbagai program, inovasi, serta upaya pengembangan wilayah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Penilaian Benyamin S Award 2026 mencakup empat kategori utama, yakni Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera. Keempat kategori tersebut menjadi tolok ukur untuk melihat kemampuan kelurahan dalam mengelola lingkungan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendorong kesejahteraan warga.
Kategori Bersih menitikberatkan pada inovasi pengelolaan sampah, sanitasi, dan kampanye kesadaran lingkungan. Sementara itu, kategori Nyaman mencakup aspek keamanan, keteraturan wilayah, respons pelayanan publik, serta penyediaan ruang yang ramah bagi masyarakat.
Adapun kategori Indah menilai upaya penataan ruang publik dan estetika lingkungan agar kawasan permukiman menjadi lebih tertata. Kategori Sejahtera berfokus pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), layanan sosial, inklusi sosial, serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan wilayah.
Penjurian final melibatkan empat orang juri dari berbagai bidang keahlian. Mereka terdiri atas Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Joga, Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia Endra S. Atmawidjaja, Dewan Pembina Center for Indonesiaâs Strategic Development Initiatives (CISDI) Wicaksono Sarosa, serta pengamat tata kota Yayat Supriyatna.
Selain melalui penilaian dewan juri, para finalis juga ditantang menyelenggarakan Festival Kelurahan untuk memperlihatkan potensi wilayah dan program unggulan masing-masing. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menampilkan inovasi sekaligus mengukur keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan di tingkat kelurahan.
Menurut Sigit, partisipasi warga merupakan unsur penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan warga dapat membantu mengidentifikasi persoalan lingkungan, memperkuat gotong royong, serta melahirkan solusi kreatif untuk menghadapi tantangan perkotaan.
"Sinergi di tingkat akar rumput menjadi pijakan dalam menemukenali masalah, membangun semangat gotong royong sekaligus menumbuhkan kreativitas warga dalam melahirkan inovasi atas tantangan perkotaan. Ini adalah modal sosial yang menjadi fondasi utama bagi ketahanan serta keberlanjutan kota," tuturnya.
Sigit menambahkan, penguatan peran kelurahan menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi Jakarta menuju pusat perekonomian nasional sekaligus kota global. Upaya tersebut membutuhkan koordinasi antarperangkat daerah, kolaborasi dengan masyarakat, serta pengembangan inovasi yang tetap memperhatikan karakteristik budaya lokal.
Nama Benyamin S Award terinspirasi dari almarhum Benyamin Sueb, seniman sekaligus budayawan Betawi yang dikenal melalui berbagai karya di bidang seni dan hiburan. Penggunaan nama tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap tokoh budaya yang turut mewarnai identitas Jakarta.
Rangkaian Benyamin S Award 2026 dijadwalkan berlanjut dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang pada 30 Oktober 2026. Pemprov DKI Jakarta berharap ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi antarkelurahan, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam meningkatkan kualitas tata kelola wilayah.
"Harapannya, ajang Benyamin S Award dapat menjadi ruang belajar kolektif dalam memperkuat tata kelola wilayah, menumbuhkan kepemimpinan yang melayani, dan menghidupkan budaya kolaborasi yang menjadi ciri khas warga Jakarta," pungkas Sigit.
- Pelayanan Publik
- Inovasi Daerah
- Lurah
- Pemprov DKI Jakarta
- Kelurahan
- Tata Kota
- Benyamin Sueb Awards
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Lacoste René dan LC33: Hadirkan Pilihan Jam Tangan untuk Gaya Sehari-hari
-
Dinkes Bandung Ajak Warga Terapkan PHBS untuk Cegah Influenza A
-
Transjakarta Bakal Kelola Transportasi Udara, Pemprov DKI Siapkan Fasilitas
-
Disnaker Kota Bandung Gelar Virtual Job Fair
-
Jakarta Punya 37 Bus Sekolah Ramah Disabilitas, Siap Antar Jemput Anak-anak Berkebutuhan Khusus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.