Karnaval Budaya Baubau ke-458, Tradisi Leluhur Tanah Wolio Tetap Lestari.

Rabu, 14 Okt 2026, 13:12 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) merawat warisan dan tradisi leluhur Tanah Wolio melalui pelaksanaan Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Baubau ke-458 sekaligus HUT ke-25 Kota Baubau sebagai daerah otonom pada Selasa (13/10) malam.

Wali Kota Baubau Yusran Fahim saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan karnaval tersebut diikuti sebanyak 72 kontingen, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, paguyuban, kerukunan masyarakat, organisasi wanita, hingga perwakilan SMA se-Kota Baubau.

Ket. Foto: Kontingen Wali Kota Baubau Yusran Fahim saat mengikuti Karnaval Budaya Hut Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. — Sumber: Antara Foto

Ia menyampaikan berbeda kegiatan tersebut berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang digelar pada siang hari, pelaksanaan karnaval budaya tahun ini menjadi gebrakan baru Pemkot Baubau karena diselenggarakan pada malam hari. Langkah ini disambut hangat oleh ribuan warga yang memadati jalanan yang dihiasi sorotan lampu hias dan obor.

"Kegiatan karnaval budaya seperti ini biasanya kita laksanakan di siang hari, akan tetapi kali ini kita adakan di malam hari dan kita lihat antusias dari masyarakat kita sangat besar," kata Yusran Fahim.

Yusran menyebutkan pelaksanaan pada malam hari itu sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemkot Baubau untuk menyempurnakan penyelenggaraan kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang.

"Rute karnaval dimulai dari Tugu Adipura Kotamara usai dilepas Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Baubau, La Ode Aswad. Para peserta menyusuri jembatan gantung, depan Kantor BNI, hingga Jalan Yos Sudarso sebelum menyentuh garis finis di Pantai Kamali," ujarnya.

Dia menjelaskan sepanjang rute, para peserta tampil mempesona dengan busana adat dan kreasi etnik sembari memperagakan gerakan tari diiringi lagu "Tanah Wolio".

Sementara itu, Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat serta berbagai kelompok yang turut menginisiasi kegiatan perayaan secara mandiri. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata semangat gotong royong di tengah masyarakat.

"Ini merupakan bukti dari kerja bersama bahwa pemerintah kota tidak melaksanakan sendiri, tetapi partisipasi dari masyarakat yang sangat simpati dan luar biasa. Insya Allah tahun depan kita bisa laksanakan lebih meriah lagi dan lebih baik," tambah Hamsinah.

  • Karnaval Budaya Baubau

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.