Jerman Minta Iran Jangan Ganggu Stabilitas Kawasan Teluk

Rabu, 14 Okt 2026, 22:46 WIB

BERLIN - Kanselir Jerman Friedrich Merz mendesak Iran untuk berhenti mengganggu stabilitas kawasan tersebut setelah melakukan pembicaraan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Selasa (13/10).

Dalam percakapan telepon itu, Kanselir Merz dan Pangeran Salman membahas soal berbagai serangan terbaru oleh kelompok Houthi yang didukung Iran, kondisi di Timur Tengah, serta cara-cara untuk mengakhiri konflik regional tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Ritzau Scanpix

"Kanselir Merz mengecam dengan sangat keras serangan teroris terbaru yang dilakukan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran," kata Juru Bicara Pemerintah Jerman, Stefan Kornelius.

Kornelius menambahkan Merz dan Salman sepakat bahwa serangan-serangan itu harus segera dihentikan.

Kornelius mengatakan Merz menekankan bahwa blokade laut yang diberlakukan Iran dan kelompok Houthi di Selat Hormuz dan Bab al-Mandab juga harus segera dihentikan.

"Iran harus benar-benar terlibat dalam negosiasi secara serius dan berhenti mengganggu stabilitas kawasan. Pada saat yang sama, Iran harus membuka Selat Hormuz secara permanen dan tanpa pembatasan, serta menghentikan program nuklir militernya," ujarnya.

Merz dan Mohammed bin Salman juga membahas dampak konflik tersebut terhadap harga energi di Jerman serta cara-cara untuk menstabilkannya, ujar juru bicara tersebut. Ant

  • teluk persia
  • selat hormuz
  • friedrich merz
  • Bab al-Mandab

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.