BMKG Sebut Sebanyak 15 Kabupaten/Kota di Sulut Potensial Kekeringan Meteorologis

Rabu, 14 Okt 2026, 10:31 WIB

MANADO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sebanyak 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara berpotensi terjadi kekeringan meteorologis dengan kategori awas.

"Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) Dasarian II Oktober 2026 (tanggal 11–20 Oktober 2026), tidak terdapat potensi curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Utara," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, Aris Yunatas di Manado, Selasa (13/10).

Ket. Foto: Kebakaran terjadi di Cagar Alam Gunung Lokon, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Tampak api di tubuh Gunung Lokon menjadi latar permukiman warga Kelurahan Kinilow Satu, Kecamatan Tomohon Utara. — Sumber: ANTARA

Daerah-daerah dengan kategori awas potensi kekeringan meteorologis yaitu di Kabupaten Bolaang Mongondow yang mencakup Kecamatan Passi Barat, Sangtombolang, Dumoga Tengah, Dumoga Barat, Dumoga Timur, Dumoga Utara, Lolak, Bolaang, Lolayan, Poigar, Passi Timur, Bolaang Timur, Bilalang, Dumoga Tenggara.

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Kecamatan Sangkub, Bintauna, Bolangitang Timur, Bolangitang Barat, Kaidipang, Pinogaluman), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Kecamatan Tutuyan, Motongkad, Kotabunan, Nuangan, Modayag, Modayag Barat) dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selata (Kecamatan Pinolosian Timur, Tomini, Helumo).

Sementara Kota Kotamobagu mencakup Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kotamobagu Timur, Kotamobagu Utara, Kotamobagu Barat, Kota Bitung (Kecamatan Maesa, Ranowulu, Aertembaga, Matuari, Lembeh Utara, Madidir), Kota Manado (Kecamatan Malalayang, Mapanget, Bunaken, Tuminting, Tikala, Bunaken Kepulauan, Paal Dua, Wenang, Sario, Singkil, Wanea).

Sementara di Kota Tomohon meliputi Kecamatan Tomohon Barat, Tomohon Selatan, Tomohon Timur, Kabupaten Minahasa (Kecamatan Tondano Timur, Tondano Barat, Eris, Kombi, Lembean Timur, Kakas, Tombulu, Tompaso, Remboken, Langowan Timur, Langowan Barat, Sonder, Kawangkoan Barat, Pineleng, Tombariri, Tondano Utara, Langowan Selatan, Tondano Selatan, Langowan Utara, Tombariri Timur, Tompaso Barat, Kawangkoan Utara).

Selanjutnya, Kabupaten Minahas Tenggara mencakup Kecamatan Posumaen, Belang, Ratatotok, Tombatu, Touluaan Selatan, Silian Raya, Kabupaten Minahasa Selatan (Kecamatan Modoinding, Sinonsayang, Tenga, Amurang, Tareran, Maesaan, Tatapaan).

Kabupaten Minahasa Utara berpotensi terjadi di Kecamatan Kema, Kauditan, Airmadidi, Wori, Likupang Barat, Kalawat, Talawaan, Likupang Selatan, Likupang Timur, Dimembe, sementara di Kabupaten Kepulauan Sitaro (Kecamatan Tagulandang, Siau Barat Utara, Siau Barat Selatan, Siau Barat, Tagulandang Selatan, Biaro, Siau Timur, Tagulandang Utara).

Berikutnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe diperkirakan di Tabukan Utara, Tabukan Tengah, sedangkan di Kabupaten Kepulauan Talaud dapat terjadi di Kecamatan Lirung dan Kecamatan Melonguane.

Menyikapi kondisi meteorologis tersebut, masyarakat diimbau untuk mengambil langkah pencegahan secara proaktif. 

"Masyarakat dilarang membakar sampah, membuka lahan dengan cara dibakar, serta diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan guna mencegah kebakaran lahan di tengah hembusan angin yang kuat," ajak Aris. 

Mengingat prediksi curah hujan yang sangat rendah, masyarakat dianjurkan bijak menggunakan air bersih demi menjaga ketersediaan cadangan air sehari-hari. 

Apabila memerlukan informasi lebih rinci terkait dengan informasi iklim, prediksi cuaca dan peringatan dini, dapat menghubungi Kantor Unit Pelaksana Teknis BMKG terdekat.

  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
  • Ancaman Kekeringan

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.