53 Jaringan Irigasi Air Tanah di Indramayu Siap Aliri 1.307 Hektare Sawah Saat Kemarau
Rabu, 14 Okt 2026, 23:46 WIBINDRAMAYU â Sebanyak 53 Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini siap mendukung pengairan lahan pertanian seluas 1.307,94 hektare.
Infrastruktur tersebut menjadi alternatif penting bagi petani saat ketersediaan air permukaan terbatas, terutama pada musim kemarau.
Pembangunan 53 JIAT itu dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung pada 2025. Secara keseluruhan, jaringan tersebut memiliki panjang 61,59 kilometer.
Rinciannya, 26 unit dibangun melalui program reguler dengan panjang jaringan 23,74 kilometer dan potensi layanan seluas 523,69 hektare. Sementara 27 unit lainnya dibangun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 dengan panjang jaringan 37,85 kilometer dan potensi layanan seluas 784,25 hektare.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan irigasi harus dibarengi pengelolaan air yang efisien agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani.
"Air ini harus kita hemat dan kelola dengan baik. Saya minta agar jaringan tersier segera dibangun, sehingga air tidak terbuang dan bisa menjangkau lebih banyak sawah secara efisien," kata Menteri Dody di Jakarta, Selasa (14/10/2026).
Menurut Dody, pembangunan jaringan irigasi tersier perlu dipercepat agar distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian secara efektif dan tidak terbuang di perjalanan.
Ketersediaan air menjadi faktor kunci menjaga produktivitas pertanian di Indramayu, salah satu daerah sentra produksi pangan nasional. Pemanfaatan JIAT diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan sawah sesuai ketersediaan sumber air tanah dan kondisi jaringan di lapangan.
Melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air ini, Kementerian PU menegaskan komitmennya mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
- Indramayu
- Kementerian PU
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, KemenPU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas
-
Aluminium RI Naik Kelas, INALUM Rilis Sertifikat Low Carbon di Forum Dunia
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.