Menperin Sarmuji Tegaskan Ulos Harus Menghidupi Perajin, Bukan Sekadar Dilestarikan
Selasa, 13 Okt 2026, 23:25 WIBJAKARTA â Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan pelestarian kain ulos tidak boleh berhenti sebagai simbol budaya. Ulos harus terus hidup, dipakai, dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi para perajin, terutama perempuan penenun di Sumatera Utara.
"Kita tidak cukup hanya menjaga agar ulos tetap ada, tetapi juga harus memastikan agar ulos tetap hidup, digunakan, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjaganya," ujar Sarmuji saat membuka Pameran Tenun Ulos di Plasa Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Pameran bertema "Menenun Harapan, Merajut Kemandirian" yang digelar 13â15 Oktober 2026 bersama Forum Konferensi Perempuan Huria Kristen Batak Protestan (FKP-HKBP) ini menghadirkan 50 IKM dan UMKM unggulan, mulai dari kain ulos, busana, tas kulit, aksesori, hingga kuliner Batak.
Menurut Sarmuji, di setiap lembar ulos tersimpan ketekunan dan nilai kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Karena itu ulos bukan sekadar kain, melainkan identitas dan sumber penghidupan masyarakat Batak.
Saat ini ulos telah didiversifikasi menjadi busana ready-to-wear, aksesori fesyen, dekorasi interior, hingga cenderamata yang berpeluang ekspor. Potensinya terlihat dari ekspor tenun ikat yang pada Semester I 2026 mencapai USD 34 ribu, naik 150 persen dibanding periode sama tahun lalu USD 13,6 ribu. Sepanjang 2025 nilainya tercatat USD 88 ribu.
Basis produksi pun kuat. Data BPS 2020 mencatat 43 sentra tenun ulos di Sumatera Utara, antara lain di Tapanuli Utara, Toba, Samosir, dan Simalungun.
Meski potensial, regenerasi penenun menjadi tantangan. Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita menyebut tantangan meliputi keberlanjutan keterampilan, inovasi desain, dan kualitas produk.
"Kementerian Perindustrian berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ekosistem industri ulos melalui penguatan SDM dan kewirausahaan lewat pelatihan, webinar, talkshow, serta penumbuhan wirausaha baru IKM," kata Reni.
Perlindungan kekhasan juga dilakukan melalui Indikasi Geografis. Ulos yang telah bersertifikat adalah Tenun Ulos Ragidup Silindung dari Tapanuli Utara.
"Melalui pameran ini, diharapkan dapat meningkatkan kecintaan generasi muda, membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para IKM tenun ulos, serta memperkuat daya saing ulos sebagai mahakarya kebanggaan bangsa," ujar Reni.
Pembukaan pameran turut dihadiri Wamenperin Faisol Riza, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, dan Ketua Umum FKP-HKBP Dra. Sandra Sidabutar.
- Kementerian Perindustrian
- Suku Batak
- industri kecil dan menengah (IKM)
- industri kerajinan
- ulos
- Menteri Perindustrian
- karya kreatif sumatera utara
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
-
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Gibran Minta Maaf
-
Menperin Sarmuji Bidik Rumput Laut RI Jadi Nomor Satu Dunia Lewat ISDAP 2026-2030
-
IKM Hijau Jadi Masa Depan, Kemenperin Siapkan Akses Pasar dan Pembiayaan Berkelanjutan
-
Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.