Maresca Minta Manchester City Bungkam Hujatan dengan Kemenangan
Selasa, 13 Okt 2026, 00:06 WIBLIVERPOOL â Manchester City melewati dua pekan yang penuh tekanan dan kontroversi. Namun, pelatih Enzo Maresca meminta anak asuhnya menjawab segala kritik bukan dengan perdebatan, melainkan melalui kemenangan di lapangan.
Pesan itu dijawab dengan sempurna. Manchester City melumat Liverpool 3-0 di Anfield, Senin (12/10) dini hari WIB, untuk mempertahankan rekor sempurna pada awal musim Liga Inggris sekaligus mengukuhkan posisi di puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin.
Pertandingan tersebut menjadi laga pertama City setelah komisi independen menyatakan klub itu bersalah atas 114 pelanggaran aturan keuangan Liga Primer. Mereka disambut siulan keras dan nyanyian bernada kecaman dari pendukung tuan rumah. Namun, ketika pertandingan berakhir, justru para pendukung City yang terdengar menyanyikan lagu kemenangan.
Bagi Maresca, itulah respons yang sejak awal diinginkannya.
âKami harus belajar menghadapi kebisingan dari luar karena situasi yang sedang terjadi, dan suara-suara itu akan selalu ada. Namun, pada saat yang sama, kami harus menciptakan suara kami sendiri. Caranya adalah dengan memenangi pertandingan, seperti yang kami lakukan hari ini,â kata Maresca.
âPada akhir pertandingan, para pendukung kami bernyanyi. Jadi, suara yang terdengar berasal dari kami, bukan dari Liverpool,â ujarnya.
Maresca menyadari bahwa permusuhan terhadap City kemungkinan tidak akan segera mereda. Sambutan keras di Anfield menjadi gambaran tantangan yang akan mereka hadapi dalam laga-laga tandang berikutnya, sembari menunggu hasil banding atas putusan pelanggaran aturan keuangan tersebut.
âSaya pikir di semua pertandingan tandang akan ada suara-suara seperti itu. Itulah mengapa saya mengatakan bahwa kami harus belajar menghadapinya, tetapi pada saat yang sama kami juga harus menciptakan suara kami sendiri,â ujar pelatih asal Italia itu.
âPertanyaannya sekarang adalah, siapa yang bernyanyi pada akhir pertandingan? Itulah target kami saat ini.â
Sesaat setelah peluit akhir berbunyi, Maresca memeluk erat jajaran staf kepelatihannya. Ia kemudian bersama para pemain menghampiri tribun suporter tim tamu untuk merayakan kemenangan.
Respons di lapangan itu juga mencerminkan sikap kebersamaan klub di tengah situasi yang tidak mudah. CEO Manchester City Ferran Soriano dan direktur sepak bola Hugo Viana turut mendampingi tim dalam lawatan ke Anfield, salah satu stadion dengan atmosfer paling menantang di sepak bola Inggris.
Menurut Maresca, kehadiran para petinggi klub menunjukkan pentingnya persatuan ketika tim menghadapi tekanan.
âKami semua bersama-sama. Mengingat pentingnya pertandingan ini, bermain melawan Liverpool di Anfield, saya pikir keputusan klub untuk hadir bersama tim merupakan gagasan yang bagus. Kebersamaan seperti inilah yang kami butuhkan saat ini,â katanya.
Maresca mengakui dua pekan terakhir bukan periode yang mudah bagi para pemainnya. Meski demikian, ia memuji kemampuan tim untuk mengesampingkan gejolak di luar lapangan dan tetap berkonsentrasi pada pertandingan.
City sempat kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama. Namun, situasi berubah setelah gelandang Liverpool Ryan Gravenberch menerima kartu merah pada menit ke-62.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan City untuk mengambil alih kendali pertandingan. Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki mencetak gol yang memastikan kemenangan telak 3-0 bagi tim tamu.
âSituasi selama dua pekan terakhir tidak mudah bagi para pemain. Namun, menurut saya, mereka mampu menghadapi semuanya dengan sangat baik,â ujar Maresca.
Ia menilai kemenangan tersebut memberikan dorongan penting bagi seluruh elemen klub, mulai dari staf pelatih hingga para pendukung.
âDalam situasi seperti sekarang, seluruh organisasi membutuhkan kemenangan seperti ini. Ini bagus bagi staf pelatih, para pemain, suporter, dan klub secara keseluruhan,â katanya.
Manchester City tetap membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding terhadap putusan komisi independen. Proses tersebut menjadi bagian penting dari persoalan hukum yang masih membayangi klub.
Namun, Maresca menegaskan bahwa urusan tersebut bukan fokus utamanya sebagai pelatih. Ia memilih memusatkan perhatian pada persiapan tim dan upaya meraih kemenangan.
âTugas saya di sini adalah mempersiapkan tim menghadapi pertandingan dan memenangkannya. Saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa saya berharap bisa membicarakan situasi ini ketika kami memenangi banding,â ujarnya.
Untuk sementara, City telah memberikan jawaban paling tegas terhadap tekanan yang mereka hadapi. Bukan dengan meredam kritik atau membalas kecaman, melainkan dengan kemenangan 3-0 di kandang Liverpool.
Di Anfield, nyanyian suporter City menjadi penutup malam yang penting bagi Maresca dan timnya. Pesannya jelas: ketika kebisingan dari luar tak mungkin dihentikan, kemenangan adalah cara terbaik untuk membuat suara mereka sendiri terdengar lebih keras.
- Manchester City
- Enzo Maresca
- Hasil Liga Inggris
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Bukan Cuma Label! Kemenperin Bongkar Jurus Jenama Lokal Tembus Pasar Global
-
UEFA Nations League: Klopp Gagal Menang di Laga Debut Bersama Jerman, Portugal Tundukkan Wales
-
Paus Leo XIV Peringatkan AI Bisa Mengancam Martabat Umat Manusia dan Menjadi 'Instrumen Dominasi'
-
Kebakaran Hanguskan Gudang di Setiabudi, Kerugian Capai Rp1 Miliar
-
Dirjenpas Klarifikasi Soal Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.