Kementerian PU akan Optimalkan Irigasi untuk Aliri 1.000 Hektare Sawah di Merauke
Selasa, 13 Okt 2026, 18:50 WIBJAKARTA â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan jaringan irigasi untuk mendukung pengairan 1.000 hektare sawah rakyat di Merauke, Papua Selatan. Lahan yang dikembangkan melalui program cetak sawah rakyat tersebut telah ditanami padi dan ditargetkan panen awal November 2026.
Optimalisasi dilakukan melalui Daerah Irigasi (DI) Waninggap Kai di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke. Ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air untuk tanaman sekaligus mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan dukungan pengembangan pertanian difokuskan pada penyediaan infrastruktur sumber daya air. Menurut dia, penyediaan infrastruktur tersebut bertujuan memastikan kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi.
âKami menyiapkan irigasi primer dan sekunder yang didesain supaya airnya tersedia,â ujar dia pada Selasa (13/10). âSehingga sektor pertanian kemudian dapat mengembangkan lahannya,â imbuh dia.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke, Nonce Saman, mengatakan pembangunan saluran sekunder menghubungkan tampungan air dengan area persawahan. Menurut dia, saluran tersebut memungkinkan air hujan yang tertampung dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman di lahan cetak sawah rakyat.
Nonce menyatakan pembangunan saluran sekunder dimulai pada akhir Agustus 2026 setelah ketersediaan air di lokasi berkurang. Pekerjaan kemudian dipercepat setelah tim teknis melakukan pengukuran lapangan, mengingat tanaman telah ditanam sejak awal Juli.
âPekerjaan saluran sekunder mulai dilaksanakan setelah menerima informasi semakin berkurangnya potensi air di lokasi,â ujar dia. Padahal, lanjut dia, penanaman sudah dilakukan sejak awal Juli 2026.
Pembangunan saluran sekunder direncanakan sepanjang lima kilometer dengan progres pekerjaan saat ini sekitar 40 persen. Pekerjaan diprioritaskan pada jaringan yang melayani 1.000 hektare sawah yang telah ditanami padi.
Pengembangan jaringan irigasi selanjutnya diarahkan untuk mendukung rencana perluasan cetak sawah rakyat hingga sekitar 2.000 hektare. Keberadaan tampungan air (long storage) yang telah dibangun sebelumnya turut menopang ketersediaan air bagi persawahan.
Optimalisasi irigasi juga ditujukan untuk mengantisipasi dampak El Nino yang berpotensi mengurangi ketersediaan air selama musim kering. Dengan dukungan jaringan tersebut, kebutuhan air tanaman diharapkan tetap terpenuhi hingga memasuki masa panen.
Ke depan, BWS Papua Merauke mengidentifikasi potensi sumber air dari Daerah Aliran Sungai Maro dan Kumbe. Berdasarkan perencanaan, potensi lahan yang dapat dikembangkan untuk pertanian mencapai sekitar 750 ribu hektare.
Pengembangan sumber air diharapkan meningkatkan keandalan layanan irigasi dan mendukung perluasan areal persawahan secara bertahap. Kementerian PU juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan program cetak sawah rakyat. ils/I-1
- Merauke
- Kementerian PU
- Irigasi
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, KemenPU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.