Galodo Solok: 3 Sensor EWS Aktif, 2 Sabo Dam Disiapkan Tahan Material Kayu dan Lumpur
Selasa, 13 Okt 2026, 20:23 WIBJAKARTA â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat mitigasi banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tiga titik Early Warning System (EWS) telah dipasang di awal Oktober 2026 dan dua unit sabo dam disiapkan di Sungai Batang Baliang untuk menahan material kayu, lumpur, dan sedimen agar tidak terbawa ke permukiman hilir.
Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran Ditjen Sumber Daya Air membangun sabo dam segera di bagian hulu sungai yang alirannya masih deras pascabencana.
"Saya sudah menginstruksikan Pak Dirjen Sumber Daya Air untuk mempercepat pembangunan sabo dam. Di bagian hulu Batang Baliang harus segera dibangun, paling tidak jika masih ada kayu atau lumpur dapat tertahan di atas (hulu)," kata Dody, Selasa (13/10).
Untuk mempercepat konstruksi di medan sulit, Dody meminta komponen sabo dam diproduksi dengan sistem precast di lokasi aman, kemudian diangkut dan dipasang bertahap di hulu. Penempatan dua sabo dam direncanakan berdasarkan kajian teknis Balai Teknik Sabo bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, mencakup bangunan melintang sungai yang mengendalikan aliran debris dan mengurangi energi aliran.
Selain sabo dam, Balai Teknik Sabo telah memasang EWS di tiga titik di Kabupaten Solok pada awal Oktober 2026. Perangkat ini memantau curah hujan, pergerakan atau kemiringan tanah, dan kelembapan tanah. Data dari sensor ditransmisikan ke dashboard pemantauan untuk dianalisis secara berkala guna meningkatkan kesiapsiagaan.
Sejalan dengan penanganan jangka panjang, penanganan tanggap darurat di Sungai Batang Baliang terus berjalan. Per 12 Oktober 2026, perbaikan alur sungai dan pembersihan material banjir telah mencapai 740 meter dari target 1.900 meter. Selain itu dikerjakan pemasangan cobble stone target 500 meter dan bronjong 600 meter.
Hingga kini, BWS Sumatera V Padang telah mengirimkan 19 unit peralatan, terdiri dari 9 excavator, 2 excavator breaker, 1 excavator long arm, 3 mobile pump, dan 4 dump truck.
- Banjir dan Longsor
- Kementerian PU
- Banjir Bandang di Solok
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, KemenPU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.