Dinas Perdagangan dan UKM akan Perkuat Rantai Pasok Kopdes Merah Putih

Selasa, 13 Okt 2026, 19:20 WIB

JAKARTA - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) didorong menjadi penghubung distribusi kebutuhan pokok hingga tingkat desa. Upaya itu membutuhkan peran Dinas Perdagangan dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk menghubungkan koperasi dengan jaringan distribusi barang.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto, menyebut peningkatan kapasitas pengelola menjadi bagian persiapan KDMP. Sejak 12 Oktober 2026, 150 bendahara koperasi mengikuti pelatihan pembukuan dan pengelolaan usaha.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Kami bersama pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumpulkan 150 bendahara koperasi KDMP untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan kooperasi. Para calon-calon pengelola diberikan pemahaman terkait pembukuan dan lain sebagainya," kata dia di Jakarta, Selasa (13/10).

Pelatihan itu menjadi persiapan agar pengelola menjalankan kegiatan koperasi secara terarah dan profesional. Para calon pengelola juga akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Selain menyiapkan pengelola, penguatan jaringan pasokan menjadi bagian penting dalam mendukung KDMP. Koneksi dengan pemasok diharapkan membantu koperasi memperoleh akses barang kebutuhan masyarakat.

Dalam membangun rantai pasok, Dinas Perdagangan telah berkomunikasi dengan asosiasi agen LPG setempat. Kerja sama itu ditujukan untuk mendukung penyaluran gas melalui jaringan pangkalan.

"Kita menghubungkan antara KDMP dengan rantai pasok. Kami sudah berkomunikasi dengan para agen LPG melalui asosiasi pengusaha agen-agen LPG yang untuk menyalurkan LPG," ujar dia.

Dalam membangun rantai pasok, Dinas Perdagangan telah berkomunikasi dengan asosiasi agen LPG setempat. Kerja sama itu ditujukan untuk mendukung penyaluran gas melalui jaringan pangkalan.

Sementara itu, Ketua KDMP Desa Tuladenggi, Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Marten Nusi, menyampaikan pembangunan koperasinya telah selesai. Pembentukan koperasi mendapat sambutan masyarakat, terlihat dari sekitar 500 warga yang hadir pada musyawarah desa pertama.

"Sejak terbentuk pada 25 April tahun lalu, masyarakat yang hadir di musyawarah desa pertama kurang lebih 500 orang. Itu menunjukkan bahwa masyarakat punya komitmen dalam membangun ekonomi di tingkat desa, khususnya untuk pemberdayaan masyarakat," kata dia dalam kesempatan yang sama.

Namun, jumlah anggota saat ini masih sekitar 150 orang sehingga pengelola menghadapi tantangan mendorong keterlibatan masyarakat. KDMP Tuladenggi memprioritaskan lima program unggulan, termasuk bidang sembako.

"Kendala dalam proses perekrutan adalah bagaimana meyakinkan masyarakat agar mereka bisa mendaftar sebagai anggota. Harus diingat bahwa koperasi ini berbeda dengan koperasi konvensional pada umumnya yang menitikberatkan pada program simpan pinjam," ujar dia. ils/I-1

  • Koperasi Desa Merah Putih

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.