Cirebon Mask Festival Ajang Disbudpar Kota Cirebon Pikat Wisatawan Lewat Budaya & Pesona Seni Topeng

Selasa, 13 Okt 2026, 20:55 WIB

CIREBON, JAWA BARAT - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Jawa Barat, menyiapkan Cirebon Mask Festival (CMF) sebagai salah satu agenda wisata budaya untuk menarik wisatawan melalui pertunjukan seni topeng dari Indonesia dan lima negara pada 15-16 November 2026.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya di Cirebon, Selasa (13/10), mengatakan, festival yang akan digelar di Balaikota Cirebon tersebut menghubungkan pelestarian kesenian tradisional dengan pengembangan potensi pariwisata daerah.

Ket. Foto: Wisatawan saat mengunjungi area di Museum Topeng Cirebon, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/Fathnur Rohman.

Menurut dia, penyelenggaraan CMF dapat memberi ruang bagi seniman untuk menampilkan karya, sekaligus mengenalkan sejarah dan filosofi Topeng Cirebon kepada wisatawan, khususnya generasi muda.

“Festival ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengenal tradisi, mempelajari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan budaya daerah,” ujarnya.

Pihaknya memastikan ajang CMF 2026 menghadirkan delegasi dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Ekuador, dan Jerman yang membawa karakteristik seni topeng dari negara masing-masing.

Pertemuan seniman tersebut, kata dia, menjadi kesempatan bagi pelaku budaya Cirebon untuk bertukar pengalaman sekaligus memperkenalkan kesenian lokal kepada pengunjung dari luar negeri.

“Kami pun menyusun kegiatan pendamping berupa kirab budaya, dialog budaya, pasar seni dan kuliner, serta lokakarya topeng, batik, dan kuliner agar wisatawan dapat mengenal budaya Cirebon melalui beragam aktivitas,” katanya.

Agus mengatakan, pengembangan wisata budaya melalui festival perlu melibatkan pelaku seni dan usaha lokal, agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia menyampaikan, kolaborasi dengan International Mask Festival dari Solo, Jawa Tengah, turut dilakukan untuk mempertemukan komunitas seni topeng dan memperluas jaringan kerja sama dalam pelestarian budaya.

“Selain pertunjukan dan lokakarya, CMF 2026 akan diisi perlombaan, program sukarelawan, pertemuan bisnis (table top), serta jamuan makan malam (gala dinner) yang melibatkan sejumlah mitra penyelenggara,” tuturnya.

Ia mengemukakan, festival tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan hari ulang tahun Museum Topeng Cirebon, dengan harapan warisan seni daerah itu semakin dikenal melalui kegiatan budaya yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.

Pihaknya pun optimis kunjungan wisatawan di Kota Cirebon bisa meningkat dengan adanya agenda tersebut, karena hingga semester pertama pada 2026 sudah ada 2,67 juta turis yang berlibur di Kota Cirebon.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon sekaligus Ketua CMF 2026 Imam Reza Hakiki mengatakan dukungan lintas sektor diperlukan untuk menyukseskan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut.

“Dukungan terhadap festival ini tidak semata-mata berkaitan dengan sponsorship, tetapi juga merupakan bentuk investasi bersama untuk memperkuat identitas daerah, menggerakkan ekonomi lokal, dan membawa budaya Cirebon ke panggung internasional,” kata dia. Ant

  • Cirebon Mask Festival

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.