Batam Blackout Total, Pulau Bintan Gelap Gulita dan Terpaksa Bergilir Listrik

Selasa, 13 Okt 2026, 17:26 WIB

TANJUNGPINANG - PLN Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menerapkan kebijakan pemadaman listrik secara bergilir per enam jam di Pulau Bintan menyusul pemadaman total (blackout) pada sistem kelistrikan Kota Batam, yang menjadi penyuplai utama listrik ke Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Bintan).

Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3)    Kota Tanjungpinang Rully Agus Widanarto mengatakan saat ini pihaknya hanya mengandalkan dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), yaitu PLTD Suka Berenang dan PLTD Kelurahan Air Raja, dengan daya maksimal 32 MegaWatt.

Ket. Foto: Seorang pegawai kantor swasta di Tanjungpinang tidak bisa mengoperasikan komputer kerja dampak pemadaman total (blackout) listrik di Batam dan Pulau Bintan, Selasa (13/10/2026). — Sumber: ANTARA/Ogen

"Sedangkan beban rata-rata pemakaian listrik di Pulau Bintan per hari mencapai 80-100 MegaWatt, makanya kita coba maksimalkan daya yang ada untuk melayani warga secara bergantian per enam jam," kata Rully di Tanjungpinang, Selasa (13/10).

Rully juga menekankan PLN Tanjungpinang memprioritaskan pembagian listrik di kawasan objek vital, seperti rumah sakit agar jangan sampai listrik mati dan menghambat pelayanan kesehatan.

Ia menyampaikan blackout listrik di Batam lalu menjalar ke Pulau Bintan terjadi sejak Senin (12/10) pagi, dipicu beberapa pembangkit listrik di Batam keluar dari sistem, sehingga pembangkit listrik lainnya tidak sanggup menanggung beban daya yang terlalu tinggi.

Menurutnya sampai Senin malam, beberapa pembangkit listrik di Batam sudah berangsur pulih, namun belum bisa menyuplai daya ke Pulau Bintan karena secara teknis frekuensinya belum stabil.

"Sampai tadi malam, listrik di Batam juga belum pulih total. Kondisinya padam nyala hingga pagi," ujarnya.

Rully turut menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah masyarakat yang masih mengalami dampak pemadaman listrik total sejak Senin pagi hingga Selasa, terutama di wilayah Kijang dan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

Menurutnya PLTD dari Tanjungpinang tidak bisa mengirimkan listrik ke Bintan, mengingat jarak yang relatif jauh hingga memicu tegangan daya rendah atau tidak stabil.

"Kalau kita paksakan, masyarakat tetap tak bisa maksimal menikmati listrik. Justru dapat merusak peralatan listrik," ucapnya.

Ia menambahkan PLN Tanjungpinang terus berupaya melakukan pemulihan suplai listrik dari Batam ke Pulau Bintan, yang ditargetkan mulai dikirim Selasa sore.

PLN masih menunggu pemulihan PLTU Tanjung Kasam (Batam) supaya bisa beroperasi kembali dan menyuplai listrik ke Pulau Bintan.

"Mudah-mudahan malam ini, pasokan listrik di Pulau Bintan sudah pulih 100 persen," demikian Rully.

  • pln tanjungpinang
  • blackout batam
  • pemadaman listrik bintan
  • pemadaman listrik bergilir

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.