- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Desak Penggantian Ze...
Trump Desak Penggantian Zelenskyy
Senin, 12 Okt 2026, 02:45 WIBWASHINGTON DC â Presiden Donald Trump pada Sabtu (10/10) menyerukan agar Ukraina mendapatkan pemimpin baru"setelah Volodymyr Zelenskyy mengecam pelonggaran sanksi atas bahan bakar diesel Russia oleh Washington DC, saat presiden Amerika Serikat (AS) menghadapi tekanan harga bahan bakar beberapa pekan sebelum pemilihan paruh waktu.
Trump, yang prospek Partai Republiknya suram dalam pemilihan bulan depan sebagian karena melonjaknya biaya energi, membela kesepakatan yang memungkinkan lebih banyak bahan bakar diesel Russia masuk ke pasar global setelah mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin sangat ingin mencapai penyelesaian perang di Ukraina.
Trump menuduh presiden Ukraina menghalangi kesepakatan dengan Moskwa dan mengabaikan instruksi untuk tidak menyerang kilang minyak Russia, sementara Kyiv dan sekutu-sekutu Eropanya memperingatkan bahwa mengurangi tekanan pada Moskwa akan membantu mendanai perang Kremlin.
Perselisihan itu terjadi bersamaan dengan serangan terbaru Russia di seluruh Ukraina yang menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk anak-anak.
Trump pada Jumat (9/10) lalu mengumumkan bahwa dia telah berbicara dengan Putin dan menyetujui agar Russia melepaskan sejumlah besar solar ke pasar dunia.
Ukraina dan sekutu-sekutu Eropanya menyatakan kekecewaan, dengan Zelenskyy  mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa itu adalah keputusan yang lemah.
Ketika ditanya tentang kritik tersebut, Trump mengatakan bahwa Zelenskyy telah melanggar perintahnya untuk tidak menyerang kilang minyak Russia dan bahwa serangan tersebut berisiko memperburuk kekurangan bahan bakar yang terkait dengan perang AS-Israel di Iran.
"Dia sebaiknya berhenti," kata Trump. "Saya sarankan mereka (Ukraina) mencari pemimpin baru yang bisa membuat kesepakatan, karena dia bisa saja membuat banyak kesepakatan yang, entah mengapa, tidak pernah dia lakukan," kata Trump.
Presiden Trump kemudian mengatakan bahwa Putin tertarik untuk mengakhiri perang. "Russia ingin mencapai kesepakatan, tetapi karena alasan apa pun, Zelenskyy tidak ingin mencapai kesepakatan," kata dia kepada wartawan. "Presiden Putin sangat ingin melihat adanya penyelesaian."
Presiden AS juga mengkritik Zelenskyy karena tidak mengadakan pemilihan umum sejak invasi Russia pada tahun 2022. "Saya pikir dia seharusnya mengadakan pemilihan dan dia bisa menyelesaikan masalah ini berkali-kali," kata Trump.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan pencabutan sanksi terhadap bahan bakar diesel Russia hanya akan membantu mempertahankan upaya perang Russia. "Ini bukan saatnya untuk mengurangi tekanan pada Russia, dan Eropa tidak akan melakukannya," tulis dia di media sosial.
Sedangkan Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menegaskan kembali solidaritas penuhnya dengan Zelenskyy dalam sebuah percakapan telepon. Downing Street mengatakan PM Burnham juga berjanji bahwa Inggris akan memperkuat sanksi terhadap Russia.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, juga mendukung presidennya. "Dia mendapat dukungan dari rakyat Ukraina, dan mereka berhak untuk memutuskan," kata dia dalam sebuah unggahan di X.
Serangan Bom
Kesepakatan pencabutan sanksi atas bahan bakar diesel Russia tersebut diumumkan ketika para pejabat AS, Ukraina, dan Eropa bertemu di Miami dalam upaya baru untuk mengakhiri konflik.
Utusan AS Steve Witkoff menggambarkan diskusi tersebut sebagai konstruktif dan berfokus pada cara-cara untuk meredakan eskalasi dan mengakhiri perang dengan Russia sebelum musim dingin, serta memajukan upaya menuju perdamaian yang langgeng dan abadi.
Pada Sabtu, serangan bom Russia di Kota Zaporizhzhia di tenggara dilaporkan telah menewaskan 20 orang, termasuk tiga anak-anak, menurut dinas penyelamatan negara Ukraina.
"Hari ini, Russia menyampaikan rasa terima kasihnya atas pencabutan sanksi terhadap ekspor bahan bakar diesel dengan menjatuhkan sejumlah bom ke gedung-gedung perumahan di Zaporizhzhia," kata Zelenskyy dalam sebuah unggahan di X.
Selain Zaporizhzhia, Russia juga melancarkan serangan pesawat tak berawak ke wilayah Dnipropetrovsk tengah hingga menewaskan seorang bocah berusia 11 tahun, kata pejabat daerah. Serangan Russia juga menyebabkan pemadaman listrik meluas di Kyiv. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Energi Surya Harus Jadi Andalan! IESR Ungkap Pentingnya Pembangunan PLTS
-
JIF Summit 2026 Resmi Ditutup: Jalin Koneksi Bisnis dan Tindak Lanjut Penandatanganan MoU
-
Penyerang Timnas Belgia Romelu Lukaku Resmi Berseragam Fenerbahce Setelah Tinggalkan Napoli
-
Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau
-
PP PBVSI Targetkan Perunggu untuk Timnas Voli Putra Indonesia di Asian Games 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.