Panama Umumkan Status Darurat Pascagempa Dahsyat

Senin, 12 Okt 2026, 02:15 WIB

KOTA PANAMA - Panama pada Sabtu (10/10) mengumumkan status darurat untuk mengkoordinasikan upaya bantuan dan membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut pada Jumat (9/10).

Menteri Kepresidenan Panama, Juan Carlos Orillac, mengatakan dalam konferensi pers di istana kepresidenan bahwa deklarasi tersebut akan memastikan lembaga-lembaga pemerintah tetap siaga dan memiliki sumber daya yang diperlukan untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Ket. Foto: Seorang pria mengendarai sepeda melewati gedung yang rusak di Kota Chitre, Panama, pada Sabtu (10/10) setelah sehari sebelumnya terjadi gempa dahsyat. Tak ada laporan korban jiwa akibat gempa dahsyat yang mengguncang Panama pada Jumat (9/10). — Sumber: AFP/DANIEL DE CARTERET

“Presiden Jose Raul Mulino telah memerintahkan pembentukan komisi untuk mengkoordinasikan operasi bantuan, mengatur sumber daya, dan menangani kebutuhan masyarakat yang terdampak,” kata Orillac.

Pemerintah Panama juga mendirikan pusat-pusat pengumpulan sumbangan, termasuk satu pusat pengumpulan sumbangan di Omar Park di Panama City, sementara kantor-kantor pemerintah provinsi akan berfungsi sebagai titik pengumpulan tambahan, imbuh Orillac.

Gempa bermagnitudo 7,5 mengguncang Panama pada Jumat pukul 12.56 waktu setempat, dengan pusat gempa sekitar 39 kilometer di sebelah barat laut Tonosi di Provinsi Los Santos. Gempa tersebut merusak rumah penduduk, sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, dan bangunan umum di berbagai wilayah negara tersebut.

Kantor berita AFP melaporkan tercatat ada lebih 100 gempa susulan mengguncang Panama hingga Sabtu lalu dengan beberapa gempa susulan bermagnitudo 6,0.

Walaupun guncangan gempa sangat dahsyat, hingga Minggu (11/10) tak ada laporan korban tewas dan hanya sekitar 30 orang telah dirawat karena luka ringan.

Otoritas Panama saat ini akan terus mengevaluasi kerusakan dan mengkoordinasikan upaya tanggap darurat.

Gempa di Panama ini diperkirakan merupakan gempa keempat tahun ini yang mengguncang kawasan Amerika Latin yang kekuatannya melampaui magnitudo 7,0, setelah gempa bumi dahsyat beruntun di Guaira, Venezuela, pada Juni dan gempa bumi dahsyat di Kolombia bagian barat pada Agustus lalu. Ant/AFP/Xinhua/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Antara, Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.