Ketegangan Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Indonesia Naik 26 Persen
Senin, 12 Okt 2026, 21:45 WIBJAKARTA â Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mencatat lonjakan signifikan pada September 2026. Pemerintah menetapkan rata-rata ICP sebesar US$112,81 per barel, naik US$23,38 atau sekitar 26,1 persen dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level US$89,43 per barel.
Kenaikan tajam tersebut merupakan imbas langsung dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mengguncang pasar minyak dunia. Pemerintah memastikan akan terus memantau pergerakan harga secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Penetapan ICP tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2026. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Sutowo, Jakarta, Senin (12/10/2026).
"Rata-rata ICP bulan September 2026 yang melonjak naik menjadi US$112,81 per barel merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan atau supply disruption risk. Kenaikan ini terjadi secara menyeluruh pada seluruh benchmark internasional," papar Laode.
Menurut Laode, pemicu utama lonjakan 26 persen tersebut adalah eskalasi konflik militer dan kebuntuan diplomasi di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut meningkatkan risiko keamanan pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital ekspor minyak dunia.
"Ekspor minyak mentah melalui rute vital tersebut sempat mengalami penurunan hingga 28 persen dibandingkan bulan Juli. Kondisi ini diperkuat oleh serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut, termasuk penutupan sementara Pipa East-West Arab Saudi berkapasitas 7 juta barel per hari akibat serangan drone sebagai langkah pencegahan," ujarnya.
Laode menambahkan, ketatnya pasokan global juga diperparah oleh sejumlah faktor lain. Di antaranya penundaan kuota produksi oleh OPEC+ serta serangan lanjutan terhadap infrastruktur kilang dan terminal ekspor minyak di Rusia dan kawasan Laut Merah. Kombinasi faktor tersebut membuat pasokan minyak mentah global semakin terbatas.
Dampak dari ketidakpastian geopolitik itu terlihat pada kenaikan seluruh harga minyak mentah utama dunia pada September 2026 dibandingkan Agustus 2026. Brent (ICE) naik US$13,94 menjadi US$102,02 per barel, WTI (Nymex) naik US$13,24 menjadi US$95,69 per barel, Dated Brent naik US$25,93 menjadi US$116,77 per barel, dan Basket OPEC naik US$24,29 menjadi US$110,73 per barel.
Untuk proyeksi ke depan, Laode menyampaikan bahwa pada Oktober 2026, ICP diperkirakan masih akan berada di level tinggi, namun mulai menunjukkan tren melandai di kisaran US$98 hingga US$103 per barel.
Laode menegaskan, pemerintah bersama pihak terkait akan terus mencermati pergerakan harga minyak dunia untuk mengambil langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
"Kami memastikan formula ICP tetap transparan mencerminkan dinamika pasar internasional agar tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas," ujarnya.
Seperti diketahui, ICP menjadi acuan penting dalam perhitungan penerimaan negara dari sektor hulu migas dan asumsi makro APBN. Dengan pemantauan yang ketat dan penetapan harga yang transparan, pemerintah berupaya menjaga stabilitas sektor energi di tengah ketidakpastian pasar global.
- Harga Minyak Dunia
- Eskalasi Geopolitik
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
WNA Russia Hilang di Tebing Tanjung Mebulu, Basarnas Bali Berangkatkan Tujuh Personel
-
Gubernur Jatim Buka Ruang Sinergi Riset dengan ICMI Jatim
-
Saham-saham Anjlok, Lonjakan Harga Minyak Dunia Picu Kekhawatiran Inflasi
-
Glenn Victor Bagikan 3 Cara Manfaatkan ChatGPT agar Rutinitas Olahraga Lebih Konsisten
-
Harga Diesel AS Melonjak 70 Persen, Trump Desak Eropa Buka Cadangan Strategis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.