Kado HUT Jatim ke-81: Khofifah dan Baznas Jatim Bagikan 1.000 Kacamata Gratis untuk Guru TK, RA, dan TPQ
Minggu, 11 Okt 2026, 12:14 WIBSURABAYA â Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur membagikan 1.000 kacamata gratis bagi guru Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), dan Taman Pendidikan Al-Qurâan (TPQ). Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan mata para pendidik sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis tersebut berlangsung di Gedung Islamic Center Surabaya, Minggu, (11/10). Sebelumnya, pendaftaran peserta dibuka secara daring pada 3 hingga 5 Oktober 2026. Kuota sebanyak 1.000 penerima manfaat pun telah terpenuhi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan indeks pembangunan manusia atau human development index.
Menurut Khofifah, program Baznas Jatim tidak hanya menyasar sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan dan ekonomi masyarakat.
âProgram ini sangat komprehensif karena menggunakan pendekatan human development index atau indeks pembangunan manusia,â ujar Khofifah saat ditemui di Islamic Center Surabaya.
Ia menjelaskan, pada sektor pendidikan terdapat program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana. Sementara di bidang ekonomi, Baznas memberikan bantuan rombong dan modal usaha. Adapun di sektor kesehatan, program kali ini difokuskan pada pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis.
Khofifah menilai, kesehatan mata perlu mendapat perhatian karena guru TK, RA, dan TPQ memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan anak sejak usia dini.
Para pendidik tersebut tidak hanya mengajarkan pengetahuan dasar, tetapi juga mendampingi pembentukan karakter serta mengenalkan nilai-nilai pendidikan dan keagamaan.
Karena itu, menurut Khofifah, dukungan terhadap guru perlu mencakup kebutuhan kesehatan yang menunjang kenyamanan mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, penerima manfaat terlebih dahulu menjalani pemeriksaan mata untuk mengetahui kebutuhan koreksi penglihatan. Guru yang telah menyelesaikan pemeriksaan sebelumnya dapat langsung menerima kacamata pada kegiatan tersebut.
Sementara peserta yang baru menjalani pemeriksaan pada hari pelaksanaan perlu menunggu sedikitnya dua minggu hingga kacamata selesai diproduksi. Peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut juga akan dirujuk untuk mendapatkan layanan medis sesuai kebutuhannya.
Program ini melibatkan RSUD Dr. Soetomo dan RSMM dalam penyediaan layanan kesehatan mata dan kacamata.
Ketua Baznas Jawa Timur Muhammad Ghofirin mengatakan, guru dipilih sebagai penerima manfaat karena kesejahteraan kelompok pendidik tersebut masih membutuhkan perhatian.
Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar kacamata biasa, melainkan kacamata berstandar optik yang disesuaikan dengan kebutuhan penglihatan masing-masing penerima.
âBapak dan Ibu guru terlebih dahulu menjalani pemeriksaan mata, kemudian diminta memilih bingkai kacamata sesuai selera masing-masing. Setelah itu, kacamata diproduksi dan didistribusikan melalui sekolah masing-masing,â kata Ghofirin.
Khofifah berharap program tersebut dapat diperluas melalui kolaborasi dengan Baznas di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh guru di tingkat provinsi, tetapi juga dapat menjangkau lebih banyak pendidik di daerah.
Ia menyebut, permintaan untuk memperluas program sudah muncul. Langkah selanjutnya adalah memperkuat sinergi antara Baznas Provinsi, Baznas kabupaten/kota, para ahli, muzaki, dan munfik agar semakin banyak pihak terlibat dalam penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah.
Selain bantuan kacamata, Khofifah menjelaskan, Baznas Jatim juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu kelompok rentan, khususnya pekerja informal dari kalangan masyarakat miskin dan warga yang membutuhkan dukungan.
Melalui skema tersebut, dana zakat, infak, dan sedekah dimanfaatkan untuk membantu pembayaran iuran jaminan sosial bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
Khofifah mengatakan, upaya tersebut bertujuan agar masyarakat miskin tidak semakin terbebani ketika menghadapi persoalan kesehatan maupun kecelakaan kerja.
Dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, perlindungan juga dapat mencakup santunan bagi ahli waris serta beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang memenuhi persyaratan.
Khofifah berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, fasilitas kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Ia juga mengajak masyarakat mendoakan agar Jawa Timur senantiasa berada dalam kondisi aman, damai, sejahtera, dan penuh keberkahan.
- Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.