Kemarau Panjang Mengancam, Pelaku Usaha di Maluku Didesak Siapkan Mitigasi Kebakaran

Minggu, 11 Okt 2026, 20:14 WIB

AMBON - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku meminta seluruh pelaku usaha di wilayahnya untuk menerapkan langkah mitigasi dan pencegahan kebakaran di lingkungan kerja selama musim kemarau panjang. 

Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku M. Rizal Laticonsina di Ambon, Minggu mengatakan, setiap perusahaan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memastikan kesiapan sarana keselamatan kerja, pengawasan sumber api, serta kedisiplinan pekerja dalam menerapkan prosedur pencegahan kebakaran.

Ket. Foto: Kepala Disnakertrans Maluku, M. Rizal Latuconsina. — Sumber: ANTARA/Dedy Azis

“Perusahaan harus memastikan lingkungan kerja aman dari potensi kebakaran. Pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui pemeriksaan peralatan, pengawasan aktivitas pekerja, dan kesiapan sarana pemadam kebakaran,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya meminimalkan risiko terjadi kebakaran di tengah kemarau panjang yang juga terjadi di wilayah Maluku dan sekitarnya.

Ia mengimbau pelaku usaha agar memastikan alat pemadam api ringan (APAR) tersedia sesuai kebutuhan, berfungsi dengan baik, dan diperiksa secara berkala sehingga dapat digunakan dalam kondisi darurat.

Selain itu, perusahaan diminta meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan peralatan listrik, mesin, serta bahan-bahan yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di area kerja yang menyimpan material mudah terbakar.

"Pekerja juga perlu diberikan pemahaman mengenai prosedur keselamatan, jalur evakuasi, dan tindakan awal yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran," katanya.

Dengan demikian, risiko kebakaran maupun dampaknya terhadap keselamatan pekerja dan kelangsungan operasional perusahaan dapat diminimalkan.

Disnakertrans Maluku turut mengingatkan pekerja agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering atau material mudah terbakar. Penggunaan api terbuka juga perlu dikendalikan untuk mencegah munculnya titik api di lingkungan kerja maupun lahan di sekitarnya.

"Kesalahan kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan bisa berisiko terjadi kebakaran di kantor," kata dia.

Upaya pencegahan tersebut dinilai penting karena musim kemarau panjang juga dapat meningkatkan kerentanan vegetasi dan lahan kering terhadap kebakaran, termasuk di sekitar kawasan industri dan tempat usaha.

Karena itu, pelaku usaha diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga membangun sistem pencegahan melalui pemeriksaan rutin, edukasi keselamatan kerja, serta kesiapan petugas dan peralatan tanggap darurat.

Pihak Disnakertrans Maluku mengharapkan penerapan mitigasi kebakaran menjadi bagian dari budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di setiap perusahaan guna melindungi pekerja, aset usaha, serta lingkungan di sekitarnya.

  • disnakertrans maluku
  • mitigasi kebakaran
  • k3 tempat kerja
  • kemarau panjang maluku
  • pencegahan kebakaran

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.