Juara Dunia Moto3 2026, Maximo Quiles Tetap Bidik Hasil Maksimal hingga Valencia

Minggu, 11 Okt 2026, 14:12 WIB

Lombok Tengah, NTB - Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team Maximo Quiles menegaskan tetap mempertahankan mentalitas kompetitif dan fokus menyelesaikan seluruh rangkaian musim Moto3 2026 hingga seri terakhir di Valencia, Spanyol, meski telah memastikan gelar juara dunia.

Pembalap asal Spanyol tersebut mengatakan keberhasilan meraih gelar juara dunia tidak mengubah fokusnya untuk terus memberikan kemampuan terbaik dalam setiap balapan, termasuk saat menghadapi tekanan dari para pesaing.

Ket. Foto: Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team Maximo Quiles, menjawab pertanyaan wartawan di Media Center Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/10). — Sumber: Antara

“Benar, saya juga sempat gugup saat balapan penentu gelar tadi, namun perasaan gugup selalu bagus untuk dimiliki agar terus mencapai fokus,” kata Quiles setelah memastikan gelar juara dunia Moto3 2026 pada Grand Prix Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10).

Ia menjelaskan bahwa kemampuan mengelola tekanan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kekuatan mental saat membalap.

Menurut pembalap berusia 18 tahun itu, persaingan dengan Brian Uriarte dan Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo, serta David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP, membuat perjalanannya menuju gelar juara tidak mudah.

Ketiga pesaing tersebut terus menunjukkan peningkatan performa sehingga Quiles harus berjuang keras mempertahankan keunggulannya.

Uriarte mengawali balapan dari posisi terdepan atau pole position dengan catatan waktu 1 menit 36,861 detik. Sementara itu, Quiles memulai balapan dari posisi keenam dan pembalap Indonesia Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia menempati posisi ketujuh.

Quiles menyelesaikan 20 putaran dengan catatan waktu 32 menit 36,821 detik. Balapan tersebut diwarnai sejumlah insiden yang membuat enam pembalap gagal menyelesaikan lomba, termasuk Carpe yang berada di posisi ketiga klasemen.

Rekor Poin Debut

Sementara itu, Veda menempati posisi ketujuh klasemen Moto3 2026 dengan koleksi 115 poin setelah finis di urutan keenam pada GP Indonesia. Ia berpeluang menambah perolehan poin karena musim ini masih menyisakan lima seri, yakni di Australia, Malaysia, Qatar, Portugal, dan Spanyol.

Performa Veda pada musim debutnya juga mencatatkan pencapaian penting jika dibandingkan dengan pembalap Jepang Ai Ogura yang kini berkompetisi di kelas MotoGP bersama Trackhouse.

Ogura mengumpulkan 109 poin ketika menjalani musim penuh pertamanya di Moto3 pada 2019 dan menempati peringkat ke-10 klasemen akhir. Sementara itu, Veda telah mengoleksi 115 poin pada musim debutnya di Moto3 2026.

Selain dari sisi perolehan poin, Veda juga unggul dalam jumlah podium. Pembalap berusia 17 tahun tersebut telah dua kali naik podium pada musim ini, yakni di GP Brasil dan GP Prancis.

Adapun Ogura hanya sekali naik podium sepanjang musim debut penuhnya pada 2019, yakni saat GP Aragon ketika berusia 18 tahun.

Perbedaan lainnya, Veda baru menjalani musim pertamanya di Moto3 pada 2026. Sebelum memasuki musim penuh Moto3 2019, Ogura sempat tampil dalam empat balapan pada 2018 sebagai pembalap Asia Talent Team, bukan Honda Team Asia.

Ogura kemudian berkembang menjadi salah satu pembalap terbaik yang pernah memperkuat Honda Team Asia.

  • moto3 2026

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.