BMKG Peringatkan Adanya Gelombang Laut Capai Empat Meter

Minggu, 11 Okt 2026, 17:05 WIB

JAKARTA - BMKG mengeluarkan, peringatan dini potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah perairan Indonesia pada 10–13 Oktober 2026. Ketinggian gelombang laut, diprediksi mencapai empat meter di beberapa wilayah.

Terutama yang menjadi sorotan BMKG, perairan Samudra Hindia sebelah barat Sumatra hingga selatan Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). BMKG menjelaskan, peningkatan tinggi gelombang tersebut berkaitan dengan kondisi pola angin yang terjadi di wilayah perairan Indonesia.

Ket. Foto: — Sumber: BMKG

Perbedaan arah dan kecepatan angin di utara maupun selatan ekuator turut memengaruhi kondisi gelombang laut selama periode tersebut. "Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga selatan Banten, Laut Jawa, dan Laut Arafuru bagian timur," kata BMKG dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (11/10).

Berdasarkan hasil pemantauan, BMKG mengatakan, angin wilayah utara ekuator umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 6–20 knot. Sementara itu, wilayah selatan ekuator didominasi angin dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 7–25 knot.

BMKG pun mengidentifikasi, sejumlah wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi dengan kisaran 2,5–4 meter. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi wilayah:

- Samudra Hindia sebelah barat Kepulauan Mentawai,

- Bengkulu,

- Lampung,

- Samudra Hindia selatan Banten,

- Jawa Barat,

- Jawa Tengah,

- Daerah Istimewa Yogyakarta,

- Jawa Timur

- Samudra Hindia selatan Bali dan NTB.

Sementara itu, gelombang dengan ketinggian lebih rendah, yakni 1,25–2,5 meter, diprediksi terjadi wilayah:

- Samudra Hindia barat Aceh dan Kepulauan Nias,

- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT),

- Perairan Kepulauan Talaud,

- Samudra Pasifik utara Maluku,

- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya Samudra Pasifik utara Papua Barat dan Papua,

- Laut Arafuru bagian timur,

- Selat Makassar bagian selatan,

- Laut Bali,

- Laut Sawu,

- Perairan utara dan selatan Sabu–Raijua,

- Laut Maluku.

BMKG kemudian mengingatkan peningkatan tinggi gelombang dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan aktivitas pelayaran. Khususnya bagi kapal-kapal yang beroperasi di wilayah terdampak.

Karena itu, nelayan dan operator transportasi laut diminta memperhatikan kondisi angin serta gelombang sebelum melakukan perjalanan. "Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ucap BMKG.

Masyarakat dan pelaku pelayaran disarankan terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG selama 10–13 Oktober 2026. Informasi terkini, mengenai tinggi gelombang dan kondisi angin dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di laut.

Perahu nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang berisiko menghadapi kondisi berbahaya apabila kecepatan angin melampaui 16 knot dengan gelombang mencapai 1,5 meter.

Untuk kapal feri, kondisi yang perlu diwaspadai adalah kecepatan angin lebih dari 21 knot dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Perbedaan ambang batas tersebut menjadi perhatian penting bagi masing-masing jenis kapal dalam mempertimbangkan keselamatan pelayaran. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.