Bank Sampah Putri Nyale di Lombok Dorong Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi

Minggu, 11 Okt 2026, 15:30 WIB

LOMBOK TENGAH — PT Pertamina (Persero) mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dukungan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus menjaga kebersihan kawasan wisata Mandalika, terutama saat kunjungan wisatawan meningkat selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Dukungan diberikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Bantuan yang disalurkan berupa kendaraan listrik roda tiga untuk mengangkut sampah dan tempat penampungan sampah berukuran besar.

Ket. Foto: Armada pengangkutan Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta, Lombok Tengah. Pertamina mendukung operasional bank sampah ini melalui bantuan kendaraan listrik roda tiga dan tempat penampungan sampah untuk memperkuat pengelolaan sampah di kawasan wisata Mandalika. — Sumber: Pertamina

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar Mandalika.

Saat mengunjungi Bank Sampah Putri Nyale pada Jumat (9/10/2026), Arya menjelaskan bahwa bank sampah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah. Sampah anorganik dapat diproses menjadi produk bernilai jual, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

“Kebersihan lingkungan dan daerah wisata saling terkait, karena kalau daerahnya bersih, wisatawan akan senang hadir. Dengan adanya bank sampah ini, kami turut mengedukasi masyarakat sekitar untuk bisa memberikan nilai tambah dan menghasilkan nilai rupiah yang tidak kecil serta bermanfaat bagi mereka,” ujar Arya melalui keterangannya pada Sabtu (10/10/2026).

Menurut dia, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, keterlibatan warga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah di kawasan wisata.

Perluas Jangkauan Pengangkutan Sampah

Bantuan kendaraan listrik roda tiga diharapkan membantu pengelola Bank Sampah Putri Nyale meningkatkan layanan pengangkutan sampah di Desa Kuta. Wilayah desa tersebut terdiri atas 20 dusun, sehingga diperlukan sarana yang memadai untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Ketua Bank Sampah Putri Nyale, Hanila, mengatakan peningkatan aktivitas masyarakat dan dunia usaha di kawasan Mandalika membuat kebutuhan terhadap layanan pemilahan dan pengolahan sampah semakin besar. Kondisi tersebut semakin terasa ketika berlangsung kegiatan berskala besar, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Menurut Hanila, keterbatasan kendaraan sebelumnya menjadi salah satu kendala dalam pengangkutan sampah. Dengan adanya kendaraan listrik dari Pertamina, pengelola kini memiliki dukungan untuk memperluas jangkauan penjemputan dan mengangkut sampah dalam jumlah lebih besar.

“Pertamina kemudian hadir memberikan bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah elektrik dan tempat sampah berukuran besar. Hal ini sangat membantu kegiatan Bank Sampah Putri Nyale,” kata Hanila.

Ia menambahkan, permintaan penjemputan sampah di kawasan Mandalika juga meningkat. Dukungan sarana pengangkutan diharapkan membuat kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah dapat berjalan lebih optimal.

“Di kawasan Mandalika, permintaan penjemputan sampah juga meningkat, kami jadi terbantu untuk mengangkut dan memilah sampah,” ujar Hanila.

Bank Sampah Putri Nyale Berawal pada 2022

Bank Sampah Putri Nyale didirikan pada 2022 untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah di Desa Kuta yang saat itu belum memiliki fasilitas pemilahan dan pemrosesan sampah yang memadai.

Sejak awal beroperasi, pengelola berupaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah. Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.

Namun, kegiatan bank sampah sempat terhenti pada 2023 karena sejumlah kendala, antara lain pasokan air dari sumur bor dan keterbatasan fasilitas pendukung. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, operasional bank sampah kemudian kembali berjalan. Dukungan sarana dari Pertamina menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kegiatan pengelolaan sampah yang dijalankan masyarakat setempat.

Keberadaan Bank Sampah Putri Nyale diharapkan tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah di Desa Kuta, tetapi juga mendorong pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Di tengah perkembangan Mandalika sebagai kawasan pariwisata dan tempat penyelenggaraan ajang olahraga internasional, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.