• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Telkom Perkuat Ekosistem A...

Telkom Perkuat Ekosistem AI Nasional Lewat Infrastruktur Digital

Jumat, 09 Okt 2026, 16:20 WIB

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) nasional melalui integrasi infrastruktur digital dan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut disampaikan dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine memaparkan perkembangan dan peluang pemanfaatan AI di berbagai sektor dalam sesi panel bertajuk "The Future of AI in Indonesia". Menurutnya, perkembangan AI secara global telah memasuki tahap implementasi nyata dan mulai mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis.

Ket. Foto: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) nasional melalui integrasi infrastruktur digital dan kolaborasi lintas sektor. — Sumber: Telkom

“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara global telah memasuki fase implementasi nyata, bukan lagi sekadar teknologi masa depan. Berbagai perusahaan teknologi dan startup global bahkan telah menjalankan pemanfaatan agentic AI untuk mentransformasi bisnis, menciptakan nilai baru, serta melakukan redefinisi terhadap alur kerja dan proses bisnis,” ujar Veranita.

Pemanfaatan AI membuka peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan proses bisnis, serta menghasilkan keputusan yang lebih akurat berbasis data. Teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan di tengah perkembangan kebutuhan bisnis yang semakin dinamis.

Namun, penerapan AI membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bergantung pada teknologi. Infrastruktur digital, ketersediaan data, pengembangan talenta, serta sinergi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting agar pemanfaatan AI dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Dalam membangun ekosistem AI, Telkom menggunakan pendekatan AI stack atau susunan kapabilitas teknologi yang saling terintegrasi. Pendekatan ini mencakup sejumlah lapisan, mulai dari konektivitas dan infrastruktur digital, cloud dan compute power, model AI dan agent lab, hingga aplikasi yang dapat diterapkan pada berbagai sektor serta fungsi bisnis.

Integrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai komponen teknologi dari hulu hingga hilir. Dengan fondasi yang terhubung, kebutuhan digital pelanggan dan pelaku industri diharapkan dapat ditangani melalui solusi yang lebih adaptif.

“Karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya kemampuan teknologinya, tetapi juga ekosistem yang mendukung. Mulai dari infrastruktur digital, data, talenta, hingga kolaborasi lintas sektor. Dengan fondasi tersebut, AI dapat memberikan dampak yang lebih luas dan menciptakan value creation bagi Indonesia,” kata Veranita.

Melalui Telkom Solution, perusahaan menghadirkan kapabilitas yang mencakup AI, data, cloud, dan infrastruktur digital untuk mendukung kebutuhan transformasi bisnis. Integrasi berbagai layanan tersebut ditujukan untuk membantu pelanggan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi sekaligus merespons perubahan kebutuhan industri.

TelkomGroup juga mengandalkan cakupan infrastruktur yang meliputi jaringan fiber optic, satelit, pusat data atau data center, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu modal perusahaan untuk mengintegrasikan kapabilitas digital dan memperluas pemanfaatan AI di berbagai sektor.

Selain Telkom Solution, TelkomGroup menghadirkan beragam kapabilitas dan inovasi digital dalam rangkaian Road to DTIIF 2026. Layanan yang diperkenalkan mencakup konektivitas, infrastruktur, pusat data, cloud, AI, serta solusi untuk mendukung kebutuhan bisnis dan industri.

Dua layanan yang turut ditampilkan adalah PaDi UMKM, ekosistem marketplace bagi BUMN dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta LinkAja sebagai solusi pembayaran digital. Kehadiran berbagai layanan tersebut menunjukkan upaya TelkomGroup dalam mengembangkan ekosistem digital yang dapat menjangkau beragam kebutuhan bisnis dan membuka peluang kolaborasi dengan mitra strategis.

“Kami melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga turut membangun dan mengembangkan ekosistem AI yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Kolaborasi menjadi fondasi penting agar inovasi yang lahir dapat berkembang secara inklusif dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelas Veranita.

DTIIF menjadi ruang pertukaran gagasan bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan teknologi dan peluang investasi di sektor digital. Forum tersebut mempertemukan perspektif teknologi, kebutuhan industri, dan potensi investasi untuk mendorong pengembangan solusi yang relevan dengan tantangan digital Indonesia.

Ke depan, Telkom melalui Telkom Solution akan terus mengembangkan kapabilitas digital dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung percepatan ekosistem AI nasional. Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendorong transformasi digital sekaligus membuka peluang pertumbuhan dan memperkuat daya saing Indonesia.

“Pengembangan AI juga perlu diiringi kesiapan seluruh elemen pendukung agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Infrastruktur, data, talenta, serta kapabilitas digital yang dimiliki Indonesia perlu terus dikembangkan untuk memastikan AI dapat memberikan nilai nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tutup Veranita.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.