Menjalani Beragam Aktivitas di Kaki Penanggungan
Jumat, 09 Okt 2026, 07:32 WIBDI RANU Manduro, aktivitas yang paling menarik sebenarnya bukan wisata dengan wahana, melainkan menikmati lanskap bekas tambang yang sudah berubah menjadi padang rumput dan ruang terbuka. Sejumlah sumber wisata dan kajian tentang Ranu Manduro menyebutkan beberapa aktivitas menarik yang dapat dilakukan di kawasan ini.
Di sini, pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Penanggungan. Pengunjung bisa berjalan di kawasan padang rumput sambil menikmati pemandangan gunung dengan ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini sebagai latar.
Hamparan rumput, bebatuan, kontur bekas galian, dan gunung di kejauhan membuat kawasan ini memiliki karakter seperti lanskap pedesaan pegunungan. Panorama tersebut pula yang membuat Ranu Manduro viral di media sosial.
Selain itu, Ranu Manduro sangat cocok untuk fotografi alam dan konten visual. Beberapa elemen yang bisa dimanfaatkan sebagai komposisi antara lain padang rumput, bebatuan, cekungan bekas tambang, genangan air, serta Gunung Penanggungan. Tempat ini juga pernah dimanfaatkan untuk pemotretan prewedding serta produksi foto maupun video.
Waktu kunjungan cukup menentukan hasil foto; saat rerumputan menghijau dan langit cerah, kontras antara padang rumput dan gunung menjadi lebih kuat.
Area terbuka di sana juga memungkinkan pengunjung duduk santai atau piknik bersama keluarga dan teman. Bekal dapat dibawa sendiri sehingga aktivitas ini relatif sederhana. Hal yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan karena Ranu Manduro merupakan kawasan bekas tambang, bukan taman kota dengan fasilitas pengelolaan sampah yang lengkap di setiap titiknya.
Kawasan yang luas ini juga dapat dieksplorasi dengan berjalan kaki untuk mencari sudut pandang berbeda. Aktivitas ini lebih tepat disebut eksplorasi ringan, bukan pendakian gunung. Kajian Universitas Airlangga bahkan melihat kawasan pascatambang Ranu Manduro memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sport tourism, termasuk kegiatan fun bike, lari, dan aktivitas luar ruang lainnya.
Salah satu elemen lanskap yang menarik adalah cekungan bekas pertambangan yang terisi air. Ketika permukaannya tenang, air dapat memberikan efek pantulan langit dan lingkungan sekitar.
Namun, pengunjung tidak disarankan berenang atau bermain air di bekas galian hanya berdasarkan informasi wisata lama yang menyebut aktivitas tersebut. Kondisi genangan dan keamanan bekas tambang dapat berubah, sehingga lebih aman menjadikannya sebagai objek pemandangan dan fotografi semata.
Beberapa sumber wisata juga menyebut camping sebagai aktivitas yang pernah dilakukan pengunjung di kawasan Ranu Manduro.
Kendati demikian, untuk berkemah, pengunjung sebaiknya tidak berasumsi bahwa seluruh kawasan bebas digunakan. Karena Ranu Manduro merupakan bekas area tambang, lokasi mendirikan tenda perlu memperhatikan kondisi tanah, jarak dari tebing atau cekungan, serta aturan dari pengelola dan warga setempat.
Karakter kawasan yang luas dan terbuka membuat Ranu Manduro memiliki potensi besar untuk kegiatan olahraga luar ruang. Kajian Universitas Airlangga secara khusus menyebut mountain bike, fun bike, running, dan senam pagi sebagai bentuk aktivitas yang potensial dikembangkan.
Hal ini menarik karena Ranu Manduro sebenarnya tidak hanya potensial sebagai destinasi âfoto Instagramâ, tetapi juga sebagai contoh pemanfaatan kawasan pascatambang untuk wisata berbasis aktivitas luar ruang. hay
- Kaki Penanggungan
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.