ICRAF: Setiap Daerah di Sulsel Miliki Kerentanan Krisis Iklim
Jumat, 09 Okt 2026, 06:57 WIBMAKASSAR - Lembaga penelitian International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF) merilis laporan bahwa setiap daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim atau krisis iklim yang terjadi.
Sejak 2021, ICRAF yang didanai Pemerintah Kanada telah menjalankan program Land4Lives di Sulawesi khususnya wilayah hulu-hilir dan Daerah Aliran Sungai/DAS Bila Walanae Kabupaten Bone, Sulsel dan sebagainya.
"Tidak ada satu daerah yang dapat disebut sebagai wilayah paling prioritas karena bentuk kerentanan iklim di setiap daerah berbeda," ujar Direktur ICRAF Indonesia Andree Ekadinata pada Penutupan giat Land4Lives di Makassar, Kamis (8/10).
Berdasarkan temuan ICRAF, wilayah pesisir Sulawesi Selatan memiliki tingkat kerentanan terhadap perubahan iklim yang cukup tinggi. Hal itu berkaitan dengan karakter Sulawesi Selatan yang memiliki garis pantai panjang dan melengkung.
Hanya saja, menurut Andree, penanganan perubahan iklim tidak dapat dilakukan secara parsial berdasarkan wilayah administrasi. Kondisi di wilayah hilir sangat dipengaruhi oleh berbagai hal yang terjadi di kawasan hulu. Karena itu, diperlukan kerja sama antarkabupaten, terutama antara wilayah hulu dan hilir.
"Paling penting adalah pemerintah memahami karakter kerentanan masing-masing wilayah dan menentukan bentuk intervensi yang sesuai," katanya.
Andree menilai tantangan terbesar dalam menangani perubahan iklim adalah kompleksitas persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, dibutuhkan strategi multi pihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, petani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ia mengatakan setiap pihak memiliki kontribusi yang berbeda. Pemerintah dapat membangun kebijakan yang mendukung ketahanan iklim, sementara petani memiliki pengetahuan lokal yang penting untuk dikembangkan dan direplikasi.
Lebih lanjut ia mengatakan akademisi juga berperan mengembangkan pengetahuan tersebut agar dapat menjadi referensi yang lebih luas.
Maka dari itu, ICRAF merekomendasikan tiga langkah utama bagi Sulawesi Selatan dalam mengelola bentang lahan.
Pertama, mempertahankan fungsi lahan yang masih baik. Kedua, memulihkan bagian lahan yang telah mengalami kerusakan. Ketiga, memanfaatkan lahan secara bijaksana.
Ketiga langkah tersebut telah dituangkan dalam peta intervensi yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Peta tersebut memuat wilayah yang perlu dipulihkan, dipertahankan, maupun dimanfaatkan secara bijaksana.
- Krisis Iklim
- sulsel
- ICRAF
- Kerentanan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Deretan Rekor yang Pecah di Piala Dunia 2026: Messi, Mbappe hingga Ronaldo Ukir Sejarah Baru
-
Pemkot Bandung dan Bank Mandiri Buka Peluang Investasi di Pasar Kosambi
-
Pemkot Bandung Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Kerja Nyata
-
BMKG Perketat Pengawasan Daerah Rawan Bencana saat Puncak Musim Hujan
-
PT Transjakarta Kembali Operasikan Lift dan Eskalator di Beberapa Halte
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.