- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ekonomi Jepang Tancap Gas,...
Ekonomi Jepang Tancap Gas, Cetak Rekor Surplus Transaksi Berjalan
Jumat, 09 Okt 2026, 07:10 WIBTOKYO - Jepang mencatatkan surplus transaksi berjalan sebesar 4,06 triliun yen (sekitar Rp459,14 triliun) pada Agustus 2026. Surplus ini didorong oleh melonjaknya surplus pendapatan primer dari dividen anak perusahaan-anak perusahaan di luar negeri.
Laporan awal yang dirilis Kementerian Keuangan Jepang pada Kamis (8/10) menyebutkan bahwa surplus transaksi berjalan â yang merupakan salah satu tolok ukur utama perdagangan internasional â meningkat sebesar 12,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Pencapaian itu menandai surplus selama 19 bulan berturut-turut.
Pendapatan primer, yang mencerminkan seberapa besar keuntungan Jepang dari aktivitas investasi di luar negeri, tumbuh 21,6 persen yoy menjadi 5,13 triliun yen (Rp580,15 triliun).
Kementerian tersebut menyatakan angka itu menyentuh rekor bulanan tertinggi sejak pencatatan data serupa dimulai pada 1985. Pencapaian tersebut ditopang oleh tingginya pendapatan perusahaan serta pelemahan nilai tukar yen.
Di sisi lain, neraca perdagangan barang justru mencatatkan defisit sebesar 687,7 miliar yen (Rp77,77 triliun), berbanding terbalik dengan kondisi tahun sebelumnya yang masih mencatat surplus sebesar 113,8 miliar yen (Rp12,87 triliun).
Nilai ekspor tercatat naik 16,9 persen menjadi 9,86 triliun yen (sekitar Rp1,11 kuadriliun), didorong oleh tingginya permintaan terhadap perangkat elektronik terkait cip (chip) serta kendaraan bermotor.
Sementara itu, nilai impor melonjak tajam 26,7 persen menjadi 10,55 triliun yen (Rp1,19 kuadriliun) akibat meroketnya harga minyak mentah di tengah konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.
Pada komponen lainnya, defisit di sektor jasa tercatat menyusut 56,6 persen dari tahun sebelumnya menjadi 115,8 miliar yen (Rp13,10 triliun).
Seorang pejabat kementerian menjelaskan bahwa meskipun jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jepang maupun warga Jepang yang bepergian ke luar negeri sama-sama menurun, surplus dari sektor perjalanan tetap membaik berkat kuatnya permintaan dari wisatawan mancanegara.
Menurut data dari Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), jumlah wisatawan mancanegara pada Agustus 2026 turun 9,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 3,10 juta orang.
Di saat yang sama, jumlah wisatawan Jepang yang bepergian ke luar negeri juga turun 3,6 persen menjadi 1,59 juta orang.
Surplus pada neraca sektor perjalanan menunjukkan bahwa jumlah uang yang dibelanjakan oleh wisatawan asing di Jepang nilainya lebih besar dibandingkan total pengeluaran warga negara Jepang di luar negeri. Ant
- Tokyo
- japanese yen
- sanae takaichi
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Jangan Lewatkan! Festival Pantai Wan Seri Beni Punya Daya Tarik Wisata yang Menggoda
-
Vasaka Hotel Jakarta Ajak Anak Jadi Little Barista, Belajar Sambil Bermain
-
Pelni Angkut 282,5 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua untuk Bencana Gempa NTT
-
Tekan Pengangguran, Pemkab Pasuruan Gelar Pelatihan Singkat
-
XLSmart Perluas Cakupan Jaringan 5G di Medan, Binjai, dan Deli Serdang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.