• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Chris Pratt Kembali sebaga...

Chris Pratt Kembali sebagai James Reece, The Terminal List Season 2 Tampilkan Aksi Global dengan Lokasi Asli dan Efek Khusus Nyata

Jumat, 09 Okt 2026, 00:03 WIB

Chris Pratt kembali sebagai James Reece dalam The Terminal List Season 2, yang mengadaptasi novel kedua Jack Carr, True Believer. Namun, daya tarik musim terbaru ini bukan hanya kembalinya Pratt, melainkan skala produksinya yang dibuat jauh lebih besar dan terasa lebih nyata.

Musim kedua akan menghadirkan delapan episode dan mulai tayang eksklusif di Prime Video pada 21 Oktober 2026. Ceritanya memperluas dunia James Reece dari thriller balas dendam pada musim pertama menjadi kisah spionase internasional yang membawanya melintasi Samudra Hindia, Afrika bagian selatan dan utara, Timur Tengah hingga Eropa. 

Ket. Foto: Syuting dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Afrika Selatan, Toronto, Washington D.C. dan Maroko. Perpindahan lokasi tersebut bukan sekadar untuk menggambarkan dunia yang lebih luas, tetapi juga memberikan tekstur lingkungan yang sulit diperoleh jika seluruh adegan dibuat di studio. — Sumber: Istimewa

Chris Pratt kembali memerankan Reece, mantan Navy SEAL yang setelah menyelesaikan daftar targetnya justru terseret kembali ke dunia operasi rahasia. Kali ini ia menghadapi konspirasi yang memiliki kaitan hingga Moskow dan Langley, sekaligus menyentuh sejarah keluarganya sendiri. 

Yang membuat musim kedua menarik untuk penggemar film aksi adalah keputusan produksinya untuk tidak menjadikan CGI sebagai satu-satunya senjata dalam menciptakan adegan spektakuler.

Laporan mengenai produksi musim kedua menyebutkan pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Afrika Selatan, Toronto, Washington D.C. dan Maroko. Perpindahan lokasi tersebut bukan sekadar untuk menggambarkan dunia yang lebih luas, tetapi juga memberikan tekstur lingkungan yang sulit diperoleh jika seluruh adegan dibuat di studio. 

Dalam featurette terbaru, tim produksi menekankan pendekatan yang sebisa mungkin menangkap aksi secara langsung di depan kamera. CGI dan visual effects tetap digunakan, tetapi lebih berfungsi memperkuat adegan daripada menggantikan seluruh elemen fisiknya.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan The Terminal List terasa berbeda dari serial aksi yang terlalu bergantung pada efek digital. Lingkungan nyata, medan yang sebenarnya, penggunaan senjata dalam adegan aksi, serta koreografi yang melibatkan penasihat militer membuat adegannya memiliki tekstur yang lebih kasar dan realistis. 

Bahkan, operator kamera Kenny Niernberg mengungkapkan bahwa ia baru saja menyelesaikan pekerjaan untuk musim kedua setelah dibawa produksi ke Afrika Selatan, Toronto dan Maroko. Menurutnya, keterlibatan di berbagai lokasi tersebut membuatnya merasa memiliki kontribusi kreatif langsung terhadap tampilan serial. 

Komitmen terhadap realisme juga berasal dari orang-orang yang berada di belakang kamera. Produksi melibatkan mantan Navy SEAL, mantan Army Ranger, veteran militer sebagai penulis, aktor, penasihat teknis hingga sutradara unit kedua. Jared Shaw dan Max Adams secara khusus mengawasi aspek aksi dan autentisitas militer. 

Pratt sendiri menggambarkan musim kedua sebagai sebuah proyek besar yang membutuhkan kerja bertahun-tahun. Ia menyebut musim terbaru ini sebagai bentuk penghormatan kepada komunitas Special Operations dan mengatakan kebanggaannya terhadap apa yang berhasil mereka tampilkan di layar. 

Dengan skala cerita yang lebih luas, lokasi syuting yang benar-benar digunakan untuk membangun dunia ceritanya, serta pendekatan practical effects dan aksi yang diusahakan tetap berlangsung di depan kamera, The Terminal List Season 2 menawarkan pengalaman visual yang seharusnya lebih maksimal ketika ditonton di layar besar.

  • The Terminal List

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.