Catatan Tandang Jadi Modal City Hadapi Liverpool

Jumat, 09 Okt 2026, 06:48 WIB

LONDON - Liga Inggris 2026-27 kembali bergulir setelah jeda internasional. Pekan keenam langsung menyuguhkan duel besar ketika Liverpool menjamu pemuncak klasemen Manchester City di Anfield, Minggu (11/10). Laga ini menjadi ujian penting bagi The Reds yang belum sepenuhnya meyakinkan di awal musim.

Liverpool memang belum terkalahkan dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi. Namun, penampilan mereka di Liga Inggris masih menyisakan persoalan. Dua hasil imbang di kandang, 2-2 melawan Nottingham Forest dan 0-0 kontra Fulham, menunjukkan Liverpool masih kesulitan membongkar pertahanan lawan.

Ket. Foto: Gelandang Manchester City asal Prancis bernomor punggung 10, Rayan Cherki (tengah), merayakan gol bersama rekan setimnya setelah mencetak gol kedua dalam pertandingan Liga Premier Inggris antara Manchester City dan Sunderland di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 20 September 2026. — Sumber: PETER POWELL / AFP

Kondisi tersebut membuat kedatangan Manchester City menjadi tantangan berat. City mengawali kompetisi dengan sempurna. Lima pertandingan pertama dilewati dengan lima kemenangan dan mencetak 13 gol. Konsistensi itu membuat tim asuhan Enzo Maresca datang ke Anfield dengan kepercayaan diri tinggi.

Pertandingan Liverpool kontra City dalam beberapa tahun terakhir identik dengan duel terbuka. Setelah 0-0 pada bulan Oktober 2018, 15 pertemuan liga berikutnya menghasilkan rata-rata 3,1 gol per pertandingan. Tim tamu juga memenangi dua dari tiga pertemuan liga terakhir. Jumlah itu sama dengan kemenangan tandang dalam 32 pertemuan sebelumnya.

Liverpool dibayangi catatan buruk di Anfield. Mereka hanya mampu bermain imbang dalam empat pertandingan kandang liga terakhir. Jika kembali gagal menang, The Reds akan menjalani lima laga kandang tanpa kemenangan, catatan yang sepanjang sejarah klub hanya pernah terjadi tiga kali.

Sebaliknya, City memiliki modal kuat di kandang lawan. Mereka tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan liga tandang terakhir, dengan enam kemenangan dan empat hasil imbang. Rekor tersebut menjadi salah satu alasan City lebih diunggulkan untuk membawa pulang tiga poin dari Anfield.

City berharap Haaland kembali dalam kondisi terbaik. Striker 26 tahun tersebut memiliki catatan bagus saat menghadapi Liverpool. Musim lalu, ia mencetak gol dalam dua pertemuan liga kedua tim. Dengan pertahanan Liverpool yang belum stabil, Haaland menjadi ancaman terbesar bagi tuan rumah.

Liverpool sendiri menghadapi persoalan cedera. Jeremy Jacquet mengalami cedera hamstring saat membela tim nasional sehingga diragukan tampil. Jika absen, Ronaldo Araujo diperkirakan berduet dengan Virgil van Dijk di jantung pertahanan.

Kedalaman skuad bisa menjadi pembeda. Kedua tim sama-sama kehilangan sejumlah pemain, tetapi City memiliki lebih banyak pilihan untuk menutup absennya pemain utama. Dengan kualitas individu dan produktivitas yang lebih terjaga, City berpeluang memanfaatkan celah pertahanan Liverpool. Pada kunjungan terakhir ke Anfield Februari lalu, mereka menang 2-1.

Di laga lain, Arsenal mendapat ujian ketika menjamu Leeds United. The Gunners baru saja kalah 0-3 dari Brighton, sedangkan Leeds belum terkalahkan di liga dan memiliki pertahanan terbaik sejauh ini. Namun, sejarah pertemuan berpihak kepada Arsenal. Musim lalu mereka menang 5-0 di kandang dan 4-0 di Elland Road. Leeds belum pernah mengalahkan Arsenal sejak 2003 atau dalam 17 pertemuan terakhir.

Chelsea menghadapi Bournemouth dalam laga yang sulit diprediksi. Kedua tim terakhir bertemu pada periode Natal dan Tahun Baru dalam pertandingan yang berakhir 2-2. Kini, kedua klub telah berganti pelatih.

Xabi Alonso masih memiliki pekerjaan besar membenahi pertahanan Chelsea. Dalam lima pertandingan liga, The Blues sudah kebobolan 12 gol. Cole Palmer, Morgan Rogers, dan Joao Pedro menawarkan ancaman di lini depan, tetapi Chelsea hanya mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan terakhir.

MU-Hotspur

Manchester United dan Tottenham Hotspur sama-sama menjadi gambaran klub elite Liga Inggris yang sedang bermasalah. MU berada di posisi ke-12, sedangkan Tottenham terpuruk di peringkat ke-20. Kedua tim baru mengoleksi satu kemenangan liga.

MU meraih kemenangan tersebut ketika menundukkan Ipswich 5-2 pada 30 Agustus. Michael Carrick membawa Setan Merah menjadi tim dengan jumlah tembakan terbanyak dalam lima pekan pertama. Namun, banyaknya peluang belum berbanding lurus dengan produktivitas gol.

Tottenham memiliki masalah lebih serius di lini depan. Mereka termasuk tim dengan produktivitas terendah di liga dan hanya lebih baik daripada Coventry dalam urusan mencetak gol.

Pertemuan terakhir di Old Trafford pada Februari lalu menjadi milik Manchester United. Tuan rumah menang 2-0 dan kini memiliki kesempatan memperbaiki posisi di klasemen dalam laga besar.ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.