ASDP Luncurkan Program Pencegahan Stunting di 10 Wilayah, Sasar 1.115 Penerima Manfaat

Jumat, 09 Okt 2026, 10:40 WIB



JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meluncurkan program Kampung Sadar Gizi Peduli Stunting yang menyasar 1.115 penerima manfaat di 10 wilayah Indonesia sepanjang 2026. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut diawali di Desa Wolwal Barat, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi serta pencegahan stunting, khususnya bagi bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, program ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan pendampingan keluarga.

“Bagi ASDP, menghubungkan wilayah juga berarti membuka peluang bagi kehidupan yang lebih baik. Kami ingin kehadiran perusahaan tidak hanya mendukung mobilitas dan perekonomian daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui program ini, kami turut berkontribusi dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Pencanangan program di Alor turut dihadiri Staf Ahli Bupati Alor Martinus Depores Djeo, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Alor Usman Saryono Plaikari, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Alor Pitang Sir, serta General Manager ASDP Cabang Kupang Ardian. Kegiatan ini juga melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat setempat.

Setelah Alor, program akan dilanjutkan secara bertahap di sembilan wilayah lainnya, yakni Lampung, Banten, Banyuwangi, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Manokwari, dan Aceh.

Pelaksanaan program mencakup peningkatan kapasitas kader Posyandu, edukasi gizi keluarga, pemberian makanan tambahan (PMT), serta penyediaan sarana pendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, dan pencegahan stunting sejak dini.

Dalam pelaksanaan di Desa Wolwal Barat, ASDP juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, serta alat bantu mobilitas berupa kursi roda dan penyangga lutut untuk mendukung kebutuhan masyarakat setempat.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu agar manfaatnya dapat berlanjut setelah kegiatan selesai.

“Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Melalui penguatan kader Posyandu dan edukasi gizi, kami berharap manfaat program dapat terus dirasakan secara berkelanjutan,” jelas Windy.

Program Kampung Sadar Gizi Peduli Stunting juga menjadi bagian dari dukungan ASDP terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui dukungan pemenuhan gizi, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyaluran perlengkapan sekolah untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.