• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tren Bawang Putih Fermenta...

Tren Bawang Putih Fermentasi Madu, Waspada Ahli Ingatkan Risiko Botulisme

Kamis, 08 Okt 2026, 04:52 WIB

JAKARTA - Tren mengonsumsi bawang putih yang direndam dalam madu sebagai minuman atau makanan pendukung daya tahan tubuh ramai dibagikan di media sosial. Namun, ahli gizi mengingatkan campuran tersebut dapat menimbulkan risiko botulisme jika dibuat dan disimpan dalam kondisi yang memungkinkan bakteri berkembang.

Botulisme adalah penyakit yang disebabkan oleh racun (toksin) dari bakteri Clostridium botulinum yang menyerang sistem saraf, sehingga menyebabkan kelumpuhan hingga gangguan pernapasan.

Ket. Foto: Ilustrasi rendaman bawang putih di dalam madu. — Sumber: Ilustrasi AI

Mengutip laman EatingWell pada Selasa (6/10), ahli diet terdaftar Lauren Manaker, M.S., RDN, LD, CLEC, mengatakan madu dan bawang putih memang memiliki sejumlah sifat antimikroba ketika dikonsumsi secara terpisah. Namun, mencampurkan keduanya dan membiarkannya pada suhu ruang dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum.

“Bawang putih dan madu dapat mendukung kesehatan jika dikonsumsi secara terpisah, tetapi mencampurkan keduanya dan membiarkannya pada suhu ruang dapat mengubah kondisinya secara signifikan,” kata Manaker.

Risiko tersebut berkaitan dengan kondisi di dalam wadah. Madu memiliki kadar air yang rendah sehingga bakteri sulit berkembang. Namun, bawang putih mengandung lebih banyak air. Ketika bawang putih direndam dalam madu, air dari bawang putih dapat bercampur dengan madu dan meningkatkan kadar air di dalam wadah.

Jika campuran tersebut disimpan dalam kondisi minim oksigen dan tingkat keasamannya tidak cukup rendah, spora C. botulinum dapat berkembang dan menghasilkan toksin.

Botulisme memang tergolong jarang, tetapi dampaknya dapat serius. Gejalanya antara lain tubuh terasa lemah, sulit berbicara, kesulitan bernapas, sakit perut, mual, muntah, dan diare. Pada kasus berat, toksin dapat menyebabkan kelumpuhan.

Karena itu, Manaker menyarankan masyarakat tidak menjadikan campuran bawang putih dan madu yang dibuat sendiri sebagai cara untuk menjaga daya tahan tubuh.

Bawang putih dan madu tetap dapat dikonsumsi secara terpisah. Untuk mendukung sistem kekebalan tubuh, masyarakat juga dapat mengonsumsi makanan sumber vitamin C seperti jeruk, paprika, stroberi, dan brokoli serta rutin melakukan aktivitas fisik.

Asupan vitamin C berperan dalam membantu fungsi sistem kekebalan tubuh, sementara olahraga dengan intensitas sedang secara rutin dikaitkan dengan fungsi kekebalan yang lebih baik.

Madu mentah juga tidak boleh diberikan kepada bayi berusia kurang dari satu tahun karena kelompok usia tersebut lebih rentan terhadap botulisme.

Pengobatan rumahan juga tidak dapat menggantikan penanganan medis. Jika muncul gejala yang mengarah pada infeksi atau keluhan kesehatan lainnya, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Ant

  • cara menikmati bawang putih

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.