Sekardiu Menjadi Ikon Budaya NTB dalam Pameran MotoGP 2026

Kamis, 08 Okt 2026, 23:37 WIB

Lombok Tengah - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mengangkat Sekardiu sebagai ikon budaya NTB dalam pameran tematik bersamaan dengan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 di kawasan Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Sekardiu memiliki makna budaya yang berkaitan dengan simbol kecepatan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Pulau Lombok.

Ket. Foto: Petugas Museum NTB memeriksa kesiapan artefak jelang pembukaan pameran kebudayaan di South Gallery lantai dua gedung Experience Gallery di kawasan Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (8/10/2026). — Sumber: Antara

"Sekardiu adalah budaya NTB dan lambang kecepatan. Jadi, soal kecepatan, Sekardiu sudah menjadi bagian yang inherent dari budaya orang Lombok," ujarnya saat meninjau ruang pameran tematik Museum NTB di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Kamis.

Sekardiu adalah hewan mitologi berkepala kuda dan singa, berekor naga, serta bertubuh kuda.

Dalam cerita wayang Sasak, Sekardiu digambarkan sebagai kendaraan tokoh Jayangrana yang memiliki kecepatan luar biasa. Karakter tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep MotoGP yang identik dengan kecepatan, energi, dan konektivitas.

Iqbal menuturkan Sekardiu yang bergerak cepat tersebut memiliki keterkaitan dengan ajang balap motor internasional MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika.

"Karena itu, kalau kemudian destiny membawa MotoGP ke sini sudah memang sejalan dengan DNA-nya (Sekardiu)," ucap dia.

Lebih lanjut mantan duta besar Turki tersebut menyampaikan keberadaan pameran Museum NTB di tengah gelaran MotoGP menjadi salah satu upaya pemerintah memperkenalkan peradaban dan kekayaan budaya NTB kepada masyarakat yang datang ke Mandalika, termasuk penonton mancanegara.

Sejak gelaran MotoGP tahun lalu, Museum NTB telah menempati ruang khusus di kawasan Sirkuit Mandalika.

Pada 2025, pameran tersebut mengangkat budaya Samala—yang merupakan nama lama Gunung Rinjani—serta Tambora dan sejarah letusan yang memberikan dampak sangat luas hingga ke Benua Eropa dan Alaska.

Iqbal menilai perpaduan antara MotoGP dan pameran budaya menjadi salah satu kekhasan Mandalika dibandingkan lokasi penyelenggaraan MotoGP lainnya di seluruh dunia.

"Dari Mandalika, Anda bisa melihat MotoGP di seluruh dunia, tetapi dari tempat lain belum tentu Anda bisa merasakan MotoGP Mandalika," tegas dia.

Pameran Museum NTB saat gelaran balap MotoGP Mandalika berlangsung mulai tanggal 8 hingga 11 Oktober 2026. Ruang pameran dibuka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WITA di South Gallery lantai dua gedung Experience Gallery di kawasan Sirkuit Mandalika.

Museum NTB memamerkan 21 artefak berupa satu naskah kuno Jayengrana, wayang Sekardiu dan wayang Jayengrana, enam lukisan, dua pasang Sekardiu, empat cale atau alat pemotong buah pinang berbentuk kuda, serta empat kain tenun.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan Sekardiu merupakan kendaraan Jayengrana dalam wayang Sasak yang memiliki arti tentang gerak, kekuatan, kepahlawanan, serta hubungan manusia dengan tradisi.

Menurut dia, pemilihan Sekardiu sebagai tema pameran tahun ini lantaran memiliki keterkaitan dengan tema Speed, Energy, and Connection, khususnya dalam melihat hubungan keterkaitan antara kendaraan, perjalanan, energi, dan kecepatan.

"Pameran ini untuk menghubungkan narasi budaya masa lalu dengan perkembangan kendaraan bermotor dan olahraga balap pada masa kini," pungkas Nuralam.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.