Pemprov DKI Gandeng Korea Selatan Atasi Persoalan Kota dengan Manfaatkan AI

Kamis, 08 Okt 2026, 15:36 WIB

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Korea Selatan untuk mengatasi persoalan perkotaan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Jakarta mempersiapkan diri untuk terlibat dalam kemitraan strategis antara Indonesia dengan Korea Selatan di bidang AI,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Roundtable Discussion bertajuk “Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia” di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Roundtable Discussion bertajuk “Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia” di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (8/10). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

Pramono mengatakan selama ini Jakarta mempunyai hubungan yang baik dan sudah menjalin kerja sama sister city dengan beberapa kota di Korea Selatan seperti Seoul, Jeju, Chungcheongnam-do dan Nonsan.

Lebih lanjut, ia mengatakan Jakarta memiliki fondasi digital yang kuat untuk mengembangkan pemanfaatan AI.

Saat ini, terdapat 102 pusat data di Jakarta atau hampir separuh dari total pusat data di Indonesia.

Menurut Pramono, teknologi tersebut perlu diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di lapangan.

Persoalan tersebut satunya melalui penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer yang mencakup Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kita akan menerapkan AI untuk melakukan renovasi dan revitalisasi tanpa melakukan penggusuran,” ungkap Pramono.

AI, lanjutnya, dapat dimanfaatkan untuk membantu perancangan kawasan, penggunaan CCTV, serta mendukung pendekatan penataan yang lebih terukur.

Selain untuk penataan kawasan, Pemprov DKI juga melihat potensi AI dalam pelayanan publik, pengambilan kebijakan berbasis data, dan pengelolaan mobilitas perkotaan.

Pramono menekankan pemanfaatan AI harus tetap berorientasi pada manusia dengan menjaga privasi, keamanan, keadilan, akuntabilitas, serta inklusi digital.

Sementara itu, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon Gu, menyatakan kesiapan Korea Selatan memperluas kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan ekosistem AI.

“Kami memiliki fondasi yang kuat dan kokoh untuk mengembangkan serta meningkatkan ekosistem kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kami siap bekerja sama dengan Indonesia. Kami adalah mitra yang dapat diandalkan bagi Indonesia di berbagai sektor, terutama AI,” ujar Yoon Soon Gu.

  • kerja sama ai

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.