Nuansa Unik, Krista Exhibitions Hadirkan Kolaborasi Budaya dan Transformasi Teknologi Printing di ALLPrint Indonesia 2026

Kamis, 08 Okt 2026, 10:10 WIB

JAKARTA- Ratusan teknisi nampak sibuk memasang berbagai mesin-mesin percetakan teknologi terkini di Hall A1 Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta pada Rabu (7/10) pagi. Begitu pun para tenaga pemasaran (sales) yang tiada henti menata berbagai pernak-pernik hasil cetakan yang hendak diperlihatkan kepada para pengunjung.

Kesibukan mereka itu sebagai penanda digelarnya pameran percetakan dan teknologi grafika berskala internasional “ALLPrint Indonesia 2026” yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions dari tanggal 7-10 Oktober 2026 di JIExpo, Kemayoran Jakarta. 

Ket. Foto: CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim (tengah) diapit CMO Krista Exhibitions, Christina Sudjie dan Deputi Bidang Kreativitas Media Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Cecep Rukendi serta undangan dan delegasi negara sahabat membuka pameran ALLPrint Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta yang berlangsung dari 7-10 Oktober 2026. — Sumber: istimewa

Menurut Chief Marketing Officer (CMO) PT Kristamedia Pratama (Krista Exhibitions), Christina Sudjie, pameran yang terselenggara ke-27 kali itu digelar bersamaan dengan ulang tahun ke-32 Krista Exhibitions. 

Selain memajang mesin-mesin percetakan canggih, dalam pembukaan pameran, Christina juga menampilkan nuansa unik dengan kehadiran penari-penari Betawi, penabuh gendang dan dua penampil Jember Fashion Show yang menampilkan fashion nuansa rumah adat Nusa Tenggara Timur dan Burung Garuda. 

Christina dalam kesempatan itu juga mengajak semua undangan dan pengunjung mengambil video sambil menyanyikan lagu nasional Garuda Pancasila karya Prahar dan Sudharnoto, serta lagu Maju Tak Gentar karya Cornel Simanjuntak.

Tak lupa, Christina juga mengajak dua robot ke atas panggung berkolaborasi dengan para penari tradisional sebagi simbol kolaborasi antara kemajuan teknologi terkini tetap berjalan paralel dengan akar dan budaya Indonesia.

AllPrint Indonesia 2026 jelas Christina mengusung tema “All Green Indonesia” yang diikuti sekitar 400 peserta (exhibitors) dari 10 negara.

Hal yang menarik dari ALLPrint Indonesia 2026, bukan sekadar mesin-mesin yang dipamerkan, tetapi lebih pada bagaimana printing semakin bertaut dengan industri kreatif, fashion, fotografi, perdagangan elektronik dan UMKM. Teknologi menjadi alat, sementara kreativitas menjadi nilai tambah yang menentukan bagaimana alat tersebut digunakan.

Deputi Bidang Kreativitas Media Ekonomi Kreatif, Badan Ekonomi Kreatif/ Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Cecep Rukendi dalam sambutannya mengatakan industri percetakan Indonesia pada 2026 menunjukkan pertumbuhan stabil dengan proyeksi kenaikan sekitar 3,39 persen, sehingga mencapai pertumbuhan kumulatif yang stabil di kisaran 11,42 persen.

Pertumbuhan tersebut urai Cecep didorong oleh sektor industri kemasan dan label yang melonjak hingga 20 persen, serta textile printing 15 persen seiring dengan penetrasi e-commerce dan kebangkitan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tren utama yang berkembang papar Cecep adalah pergeseran dari semula percetakan massal menuju percetakan digital dan personal. 

“Industri percetakan telah bertransformasi secara mendalam dengan ekosistem digital, menjadikannya salah satu tulang punggung utama bagi sektor ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Cecep. 

Pendapatan dari sektor itu bahkan menyumbang pendapatan 6,63 juta dollar AS, sekaligus menunjukkan potensi ekonomi pasar ekspor yang nyata. Kementerian Ekonomi Kreatif katanya berkomitmen terus hadir sebagai katalisator untuk mendukung industri kreatif.

Adopsi Teknologi yang Efisien

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim dalam sambutannya mengatakan perkembangan industri percetakan saat ini, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk cetak. Namun, cara pelaku usaha mengadopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi, fleksibilitas dan daya saing.

“Perkembangan teknologi membawa perubahan pada cara industri percetakan menjalankan proses produksi dan memenuhi kebutuhan pasar. Melalui ALLPrint Indonesia, kami mempertemukan pelaku industri dengan teknologi dan solusi yang dapat mereka lihat serta evaluasi secara langsung, sekaligus membuka peluang untuk membangun koneksi dan kerja sama bisnis,” kata Daud. 

Kehadiran peserta dari berbagai negara juga memperlihatkan semakin luasnya ekosistem industri yang terlibat dalam perkembangan teknologi percetakan dan grafika di Indonesia.

ALLPrint Indonesia 2026 ungkap Daud merupakan puncak dari rangkaian pameran industri percetakan di beberapa kota, mulai dari Yogyakarta pada April 2026, lalu dilanjutkan ke Surabaya. 

Dari pagelaran tersebut, Daud mengatakan perkembangan teknologi cetak digital, tekstil, garmen dan 3D makin diminati industri kreatif. 

ALLPrint Indonesia 2026 digelar di JIExpo Kemayoran dengan menggunakan lahan seluas 23.000 m2 dengan target 25.000 pengunjung per hari, sehingga target pengunjung kali ini sekitar 60.000. 

Pameran tersebut juga kembali memperkuat posisi Indonesia sebagai hub strategis yang mempertemukan para pelaku industri, produsen, distributor, pemasok, sampai penyedia teknologi. 

“Penyelenggaraan ALLPrint Indonesia 2026 merupakan upaya untuk memperkuat ekosistem industri percetakan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar,” katanya.

Sekitar 400 peserta pameran yang berasal lebih dari dari 10 negara turut berpartisipasi dalam pameran, termasuk 20 UMKM. Selain Indonesia, peserta juga berasal dari Hong Kong, India, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Tiongkok. 

“Kehadiran peserta internasional tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi pasar yang menarik bagi perkembangan industri percetakan dan teknologi grafika,”katanya. 

Berbagai inovasi terkini akan dihadirkan para peserta, termasuk mesin percetakan modern, peralatan presisi, bahan baku, sampai solusi digital terintegrasi. Seluruh inovasi tersebut siap mengatasi tantangan dan memenuhi kebutuhan industri grafika masa kini. 

Para pelaku industri berusaha untuk terus memperbarui teknologi dan meningkatkan kapasitas produksinya. Upaya tersebut dipicu oleh perkembangan digitalisasi, personalisasi produk, tuntutan efisiensi dan kebutuhan proses produksi yang kian fleksibel.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani pada kesempatan itu mengatakan penyelenggaraan pameran yang ke-27 menjadi bukti kalau industri percetakan tetap prospektif di tengah transformasi teknologi dan kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Pameran digelar sebagai wadah industri percetakan, grafika, printing dan industri lainnya. PPGI sudah lama bekerja bersama Krista dalam mengadakan pameran. Di ajang ini, PPGI juga akan memlih pengurus baru,” kata Ahmad Mughira. 

Saling Terhubung

Bersamaan dengan ALLPrint Indonesia 2026, juga digelar beberapa pameran pendukung untuk memperluas cakupan industri yang dapat dijangkau di satu lokasi. Industri tersebut antara lain percetakan dan grafika, periklanan dan signage, digital printing, textile printing, packaging, label sampai industri terkait lainnya. Jajaran pameran pendukung tersebut mencakup Indo Sign & AD, Textile Printing, Print for Pack, Inter Corrugated dan Pro Label Asia. Pengujung pameran diharapkan dapat menemukan berbagai teknololgi dan solusi yang saling terhubung dalam proses produksi.

Tak ketinggalan, pameran juga memberi ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan informasi langsung sebelum mengambil keputusan. Ruang tersebut penting bagi pelaku usaha yang sedang mengembangkan kapasitas produksi dan investasi teknologi. Pengunjung dapat melihat demonstrasi mesin dan produk, membandingkan berbagai pilihan teknologi, dan berdiskusi dengan tenaga ahli dan perwakilan perusahaan. Mereka dapat membahas solusi yang sesuai dengan kebutuhan produksinya.

Serangkaian seminar dan forum industri juga dikemas dalam pameran teknologi dan solusi industri percetakan. Kegiatan tersebut membahas bebagai isu dan perkembangan terbaru seperti di sektor percetakan, grafika dan packaging. Berbagai seminar tersebut seperti 

“Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing”, “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions”, Pembahasan mengenai tren single pass technology untuk digital printing di Indonesia.

Kemudian, ada “Industri Percetakan Memasuki Era Pengadaan Barang dan Jasa Digital” yang dihadirkan dalam MUNAS Asosiasi PPGI dan “Jadi ZINE!” yang dihadirkan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Selain itu, juga ada pembahasa isu kemasan melalui topik Food Safety Packaging, Proofing vs Mock Up Proof, serta “Halal Certification and Packaging is Must”.

Sisi bisnis dan kreatif industri pun diangkat melalui beberapa forum, antara lain: “Perkawinan antara 2D dan 3D” yang dihadirkan asosiasi PRINTRIDI, Strategic Forum AMLI 2026, “Dari Spanduk ke Layar Digital: Peluang Omset Baru untuk Pengusaha Percetakan” dan “How to Increase Productivity and Quality in Flexo Printing”.Serangkaian acara juga diisi Universitas Trisakti melalui Creative Lino Stamp Workshop.

Business Matching dan Hosted Buyer

ALLPrint Indonesia 2026 juga memperkuat sisi bisnis dengan menghadirkan program Business Matching dan Hosted Buyer. Program tersebut mempertemukan exhibitor dengan calon pembeli dan pelaku industri yang memiliki kebutuhan dan potensi kerja sama.

Penyelenggaraan program tersebut membuka peluang untuk melakukan pembicaraan bisnis secara lebih terarah. Program tersebut dapat mendorong terjadinya transaksi, kerja sama baru, dan memperluas jaringan bisnis di industri percetakan dan grafika.

“Peran ALLPrint Indonesia 2026 sebagai fasilitator yang memberikan ruang untuk bertemu, bertukar wawasan, membangun koneksi dan membuka peluang bisnis kepada pelaku industri, produsen, distributor, asosiasi pengguna dan pembeli melalui satu platform yakni Business Matching dan Hosted Buyer,” jelas Daud. 

Krista Exhibitions pun mengajak para pelaku industri untuk hadir, melihat langsung perkembangan teknologi, bertemu mitra potensial dan menemukan peluang bisnis baru di industri percetakan, tekstil, periklanan, signage, manufaktur, kemasan, F&B, sampai industri kreatif. 

Penyelenggaraan pameran ALLPrint Indonesia 2026 menjadi momentum untuk terhubung dan tumbuh bersama dalam ekosistem industri yang terus berkembang guna memperluas koneksi dan kolaborasi strategis untuk mendorong pertubuhan dan keberhasilan bisnis. Jadi, tunggu apalagi, ayo segera datang ke ALLPrint Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta, 7-10 Oktober 2026. 

  • JIExpo
  • industri kreatif
  • Krista Exhibition
  • ALLPRINT 2026

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Vitto Budi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.