BMKG: Waspadai Banjir Rob NTT 8-10 Oktober

Kamis, 08 Okt 2026, 15:55 WIB

JAKARTA - BMKG mengeluarkan peringatan dini, potensi banjir pesisir (banjir rob) di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fenomena banjir rob tersebut, diprediksi terjadi pada 8-10 Oktober 2026 dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

BMKG mengatakan, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut. Peringatan dini BMKG itu, guna mengantisipasi dampak kenaikan muka air laut maksimum.

Ket. Foto: — Sumber: BMKG

"Masyarakat di wilayah terdampak diimbau waspada terhadap potensi fenomena banjir pesisir (rob). Diprediksi terjadi pada 8–10 Oktober 2026 di sejumlah wilayah pesisir di NTT," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara, Kamis (8/10).

Sejumlah kawasan pesisir yang masuk dalam wilayah berpotensi terdampak tersebar di beberapa pulau di NTT. Wilayah tersebut, meliputi pesisir Pulau Flores-Alor, Pulau Sabu-Raijua, Pulau Sumba, serta Pulau Timor-Rote.

Potensi banjir rob tersebut, ia menjelaskan, berkaitan dengan fenomena fase bulan baru yang diprediksi terjadi pada 10 Oktober 2026. Kondisi tersebut, dapat memicu peningkatan ketinggian air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir.

"Berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, dan tinggi gelombang. Kondisi tersebut dapat memengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT berupa potensi banjir pesisir atau rob," ujar Yandri.

BMKG menjelaskan, banjir rob merupakan kondisi ketika air laut menggenangi daratan di kawasan pesisir akibat kenaikan permukaan air laut. Fenomena tersebut, umumnya berkaitan dengan kondisi pasang air laut dan dalam kondisi tertentu dapat diperparah oleh curah hujan tinggi.

Dampak banjir rob berpotensi dirasakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar garis pantai. Gangguan dapat terjadi di kawasan pelabuhan, termasuk aktivitas bongkar muat, permukiman pesisir, tambak garam, hingga kegiatan perikanan darat.

BMKG telah memberlakukan informasi peringatan dini potensi banjir rob mulai Kamis (8/10) hingga Sabtu (10/10). Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir, diminta memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan pasang air laut.

"Masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut. Serta memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG," ucap Yandri.

BMKG juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang melakukan aktivitas di laut dan kawasan pesisir, agar mengikuti informasi resmi terkait perkembangan cuaca maritim. Informasi tersebut, diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi laut yang dapat berdampak terhadap aktivitas sehari-hari. ils/I-1

  • NTT
  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
  • Banjir Rob

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.