Sleman Punya Cara Baru Jaga Ketahanan Pangan, Inovasi Teknologi Jadi Andalan
Rabu, 07 Okt 2026, 00:14 WIBSLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus memperkuat sistem ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi teknologi pertanian modern, diversifikasi pangan lokal, serta perlindungan hukum bagi para petani.
âSekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto di Sleman, Selasa, mengatakan dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 yang mengusung tema "Innovate Today. Nourish Tomorrow." (Berinovasi Hari Ini. Menumbuhkan Masa Depan), Sleman terus berkomitmen memadukan inovasi teknologi dengan kearifan lokal.
â"Setiap 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia. Tema tahun ini menegaskan pentingnya tindakan nyata memanfaatkan sains, teknologi, dan kearifan lokal untuk menciptakan sistem agropangan yang lebih efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan," kata Rofiq.
âMenurut Rofiq, keberhasilan Sleman dalam menjaga pasokan pangan dibuktikan dengan peningkatan produksi beras dari 60.200,79 ton pada 2024 menjadi sekitar 63.786 ton pada 2025. Selain itu, nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kabupaten Sleman pada 2025 mencapai 85,50.
â"Nilai IKP tersebut menempatkan Kabupaten Sleman sebagai yang terbaik di Pulau Jawa dan peringkat ke-7 secara nasional. Hal ini menunjukkan pasokan pangan kita stabil, akses fisik dan ekonomi masyarakat terjaga, serta pola konsumsi makin beragam dan aman," katanya.
âSalah satu bentuk modernisasi yang diterapkan Pemkab Sleman adalah program Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kapanewon Seyegan sebagai kawasan percontohan pertanian presisi.
"Metode ini terbukti mampu meningkatkan populasi tanaman dan produktivitas hingga di atas 9 ton gabah kering panen per hektare," katanya.
âSelain sektor produksi, lanjut Rofiq, Sleman juga memperkuat ketahanan pangan berbasis data melalui penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) guna memitigasi risiko kerentanan pangan di tiap kapanewon.
âDari sisi perlindungan petani, Pemkab Sleman mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, penyiapan asuransi pertanian APBD 2026 dengan nilai premi Rp1,8 juta per hektare untuk mengantisipasi gagal panen, serta penguatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
â"Untuk mendorong regenerasi, Pemkab Sleman juga mengukuhkan pengurus Petani Milenial periode 2026â2029 guna mempercepat adopsi teknologi digital di sektor agribisnis," tambah Rofiq.
âPuncak Peringatan Hari Pangan Sedunia Kabupaten Sleman 2026 rencananya akan dipusatkan di Halaman Kantor DPPP Sleman pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Acara yang akan dihadiri sekitar 500 peserta dari kalangan petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga pelaku usaha tani ini diisi dengan berbagai agenda.
âRangkaian agenda tersebut antara lain talk show interaktif diversifikasi pangan lokal, Lomba Kelompencapir antar-kapanewon, peluncuran Aplikasi Informasi Potensi Pertanian dan Perikanan bekerja sama dengan PHRI, penyerahan bantuan alat mesin pertanian, apresiasi petani berprestasi, serta pameran stan pangan murah dan UMKM hortikultura.
"âPemerintah Kabupaten Sleman berharap momentum Hari Pangan Sedunia 2026 ini semakin meningkatkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan sistem pangan yang sehat, bergizi, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.
- Berinovasi
- Pemkab Sleman
- Ketahanan Pangan
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Peternak Unggas Mikro Tak Lagi Cemas? Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP
-
Bumame Buka Klinik Kelapa Gading, Perluas Akses Layanan Kesehatan yang Lebih Lengkap dan Terjangkau.
-
OJK Sentil Bank Digital: Tanpa Ekosistem, Bisnis Sulit Berkelanjutan
-
Hasil Liga Champions: Thibaut Courtois Tampil Gemilang, Real Madrid Susah Payah Kalahkan Inter Milan 2-1
-
30 Dokter Puskesmas Gorontalo Dilatih ANC dan USG Dasar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.