- Home
-
- Luar Negeri
-
- 546 Makam Abad Pertengahan...
546 Makam Abad Pertengahan Ditemukan pada Proyek Kanal Prancis
Rabu, 07 Okt 2026, 00:09 WIBPARIS - Proyek pembangunan kanal di Prancis baru-baru ini membawa kejutan besar bagi para arkeolog. Penggalian untuk pembangunan Kanal Seine-Nord Europe justru mengungkap kompleks pemakaman abad pertengahan yang berisi sedikitnya 546 makam.
Makam-makam tersebut ditemukan di situs arkeologi Beaurains-lès-Noyon, Prancis, dalam penggalian yang berlangsung sejak Januari hingga September 2026. Kompleks pemakaman itu memiliki luas sekitar 30.000 kaki persegi atau hampir 2.800 meter persegi.
Dari Popular Mechanics, jumlah makam yang ditemukan dianggap luar biasa mengingat lokasi tersebut berada di kawasan pedesaan yang relatif tenang.
Arkeolog dari perusahaan Ãveha, Ãlodie Wermuth, mengatakan jumlah makam yang ditemukan kemungkinan masih akan bertambah karena penggalian baru mencakup sebagian area.
Menurutnya, keberadaan 546 makam merupakan jumlah yang sangat besar untuk lingkungan pedesaan.
Penemuan tersebut berawal dari survei arkeologi pada 2024 yang dilakukan Direktorat Urusan Kebudayaan Regional Prancis. Saat itu, tim menemukan indikasi adanya kerangka manusia di sekitar parit yang akan terdampak pembangunan kanal.
Penggalian berikutnya menemukan sebuah bangunan kecil yang sebagian besar batunya telah diambil. Di sekeliling struktur tersebut terdapat susunan makam yang diperkirakan digunakan antara abad ke-11 hingga abad ke-14.
Pola pemakaman di lokasi itu juga memberikan petunjuk mengenai praktik penguburan pada masa tersebut. Para arkeolog menemukan makam yang ditumpuk hingga lima lapis, berbeda dengan pola pemakaman modern yang umumnya menempatkan satu makam secara berjajar.
Meski demikian, pertanyaan terbesar justru belum terjawab: mengapa begitu banyak orang dimakamkan di tempat tersebut?
Salah satu dugaan awal mengaitkan lokasi itu dengan penderita kusta. Pada masa lalu, rumah sakit khusus penderita kusta memang pernah berdiri di Noyon dan Bas-Beaurains.
Dugaan tersebut muncul setelah para arkeolog menemukan sejumlah tanda patologis pada beberapa kerangka. Namun, belum ditemukan bukti keberadaan rumah sakit khusus di lokasi pemakaman tersebut.
Teori lain menyebut kompleks itu kemungkinan merupakan pemakaman paroki dari sebuah permukiman yang pernah berdiri di kawasan Bas-Beaurains pada akhir Abad Pertengahan.
Kemungkinan tersebut diperkuat oleh fakta bahwa makam-makam yang ditemukan mencakup laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Artinya, kompleks tersebut tidak hanya digunakan untuk kelompok tertentu.
Beberapa makam terdalam juga memperlihatkan individu dengan kondisi medis serius yang kemungkinan membatasi kemampuan mereka untuk bergerak.
Para arkeolog kini berusaha mengungkap identitas dan latar belakang orang-orang yang dimakamkan di sana. Mereka berencana melakukan penanggalan karbon terhadap kerangka serta menganalisis benda-benda yang ditemukan bersama jenazah.
Hasil analisis tulang juga akan dibandingkan dengan catatan sejarah mengenai kawasan tersebut.
Dengan penelitian lanjutan, para arkeolog berharap dapat mengetahui apakah 546 makam itu merupakan pemakaman masyarakat desa, lokasi yang berkaitan dengan penyakit tertentu, atau bagian dari permukiman abad pertengahan yang selama ini belum banyak diketahui.
Yang jelas, pembangunan kanal yang semula menjadi proyek infrastruktur modern justru membuka kembali kisah sebuah komunitas yang telah terkubur selama berabad-abad.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Tiongkok Luncurkan Dua Kelompok Satelit Internet dalam 24 jam
-
Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel, ASDP Perkuat Keterbukaan Informasi Publik
-
Wali Kota Jakpus Tekankan Pentingnya Wartawan Kompeten dan Beretika
-
Pengamanan Lingkungan DPR Makin Ketat Termasuk Dijaga TNI. Kenapa Tidak Digembok Saja?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.