Wali Kota Ungkap Ajang Bandung World Cinema 2026 Perkuat Ekosistem Perfilman dan Ekonomi Kreatif
Selasa, 06 Okt 2026, 14:42 WIBBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut positif pelaksanaan Pekan Kreatif Bandung melalui Bandung World Cinema (BWC) 2026 yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Senin (5/10).
Festival tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Wali Kota Farhan mengatakan bahwa Bandung World Cinema 2026 merupakan hasil gagasan dan pembicaraan yang telah dirintis sejak sekitar satu tahun lalu bersama Pidi Baiq. Setelah melalui berbagai pembahasan dan penjajakan, festival film tersebut akhirnya dapat diwujudkan pada 2026 melalui kolaborasi berbagai pihak.
"Ini sebuah hasil obrolan dari Ayah Pidi Baiq setahun yang lalu. Kita sempat keliling-keliling mencari berbagai macam alternatif dan akhirnya di tahun 2026 ini bisa terwujud berkat kolaborasi antara Falcon bersama dengan Panas Dalam," ujar Wali Kota Farhan.
Menurut dia, Pemerintah Kota Bandung memiliki peran untuk memastikan ekosistem perfilman di Kota Bandung dapat tumbuh dan berjalan dengan baik. Ekosistem tersebut, kata Wali Kota Farhan, tidak hanya berbicara mengenai penyelenggaraan festival, tetapi mencakup keberadaan pelaku industri, infrastruktur, suprastruktur, serta dukungan masyarakat.
"Pelakunya sudah ada. Pemerintah kota ini regulator saja, enggak usah jadi pelaku. Selanjutnya infrastruktur, suprastruktur, dan yang terakhir tentunya adalah masyarakat," kata dia.
Wali Kota Farhan berharap kehadiran Bandung World Cinema 2026 dapat semakin memperkuat ekosistem perfilman yang selama ini telah berkembang di Kota Bandung. Selain itu festival film juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh hiburan sekaligus membuka wawasan melalui karya-karya perfilman dari berbagai negara.
Ia menilai tingginya apresiasi masyarakat Bandung terhadap film merupakan modal penting dalam membangun industri perfilman yang berkelanjutan.
"Ketika adanya BWC 2026, ini bukan hanya untuk mendapatkan hiburan atau menjadi jendela kita melihat dunia, tetapi juga untuk memastikan bahwa level of appreciation warga Bandung terhadap film masih sangat tinggi," ujar dia.
Selain aspek budaya dan hiburan, Wali Kota Farhan menekankan bahwa industri film memiliki potensi ekonomi yang besar, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan di sektor ekonomi kreatif.
Menurut dia, produksi sebuah film melibatkan banyak tenaga kerja dari berbagai bidang sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
"Kalau kita mulai dari sisi ekonomi, yang paling penting adalah penyediaan lapangan pekerjaan dari sektor industri kreatif subsektor film. Kita tahu daya serapnya cukup tinggi. Satu film enggak mungkin pekerjanya cuma berbelas-belas, bisa berpuluh dan dampaknya bisa beratusan orang mendapatkan pekerjaan," tutur Wali Kota Farhan.
Sementara itu Steering Committee Bandung World Cinema 2026, Pidi Baiq, mengatakan penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat menambah pilihan festival film di Kota Bandung.
Menurut dia, Bandung memiliki sejarah dan ekosistem yang kuat dalam perkembangan seni dan perfilman sehingga kehadiran BWC diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku industri.
Bandung World Cinema 2026 juga menjadi ruang bagi para sineas muda untuk berkembang.
Sedangkan Executive Director BWC 2026, Federica, menyebutkan rangkaian kegiatan tidak hanya menghadirkan film-film internasional, tetapi juga memberikan ruang bagi film pendek karya pembuat film dari Bandung.
Dalam penyelenggaraannya, terdapat film yang ditayangkan melalui jaringan bioskop CGV serta secara daring. Selain itu, terdapat sejumlah film pendek, termasuk tiga karya filmmaker Bandung yang masuk dalam rangkaian program BWC 2026.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses regenerasi pembuat film di Kota Bandung.
Karya film pendek yang dihasilkan para sineas muda juga diarahkan untuk menjadi pijakan menuju produksi film dengan format yang lebih panjang.
"Memang kita ingin ada regenerasi-regenerasi filmmaker dari generasi sekarang menjadi generasi yang bisa bikin film panjang," ujar Federica.
Pada kesempatan yang sama, Content Acquisition and Distribution Head CGV, Adhizeza Nandra, berharap penyelenggaraan Bandung World Cinema dapat mendorong semakin banyak masyarakat menikmati film berkualitas sekaligus membuka peluang bagi pengembangan jaringan bioskop di Kota Bandung. BWC 2026 juga diharapkan tidak hanya diukur dari jumlah penonton.
Federica menyebut bahwa antusiasme masyarakat, ulasan, euforia, serta keterlibatan komunitas menjadi indikator penting keberhasilan penyelenggaraan festival pada edisi perdana ini.
Selain pemutaran film, rangkaian kegiatan juga menghadirkan program talk show dan sesi In Conversation With yang mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat dan komunitas perfilman.
Melalui Bandung World Cinema 2026, Pemerintah Kota Bandung berharap industri perfilman semakin berkembang, melahirkan talenta-talenta baru, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan penciptaan lapangan kerja di Kota Bandung. ils/I-1
- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan
- Bandung World Cinema 2026
- Pidi Baiq
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Sebuah Mobil Tertabrak KA Ijen Ekspres di Jember, Pengemudi Tewas, Begini Kronologinya!
-
Kucurkan Rp125 Triliun, KKP Sulap Ribuan Kapal Nelayan Jadi Armada Modern Raksasa
-
30 Tahun Berkarier Tanpa Ramuan Rahasia, Sita Nursanti Ungkap Trik Menjaga Pita Suara
-
118 Gempa Guncang Bandung, Dipicu Sesar Belum Terpetakan
-
Timnas Basket Putri Indonesia Menang atas Thailand, Pesan Tegas Ini Bikin Penasaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.