Singapura Bersiap Jadi Panggung Bisnis dan Formula 1 di Tengah Kabut Asap

Selasa, 06 Okt 2026, 00:40 WIB

SINGAPURA – Singapura bersiap menyambut akhir pekan yang padat. Ketika mesin-mesin Formula 1 akan meraung di sirkuit jalan raya Marina Bay, para pemimpin bisnis, keuangan, olahraga, dan industri kripto dari berbagai negara juga berdatangan untuk menghadiri sejumlah konferensi yang berfokus pada investasi dan perekonomian.

Namun, ada satu elemen yang tak diharapkan menjadi bagian dari panorama Singapura: kabut asap.

Ket. Foto: Ilustrasi balapan Formula 1 GP Singapura. — Sumber: Formula 1

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., investor kenamaan Ray Dalio, serta Eric Trump, salah satu pendiri perusahaan aset kripto yang didukung keluarga Trump, dijadwalkan hadir dalam rangkaian agenda tersebut.

Di saat yang sama, ratusan ribu penggemar Formula 1 diperkirakan memadati negara-kota tersebut untuk menyaksikan salah satu balapan paling ikonik dalam kalender F1.

Balapan malam yang berlangsung di tengah jalan-jalan kota Singapura selama ini menjadi etalase global bagi negara tersebut. Puluhan acara pendukung juga digelar sepanjang pekan balap, memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata, perhotelan, dan bisnis lokal.

Tingginya permintaan bahkan membuat harga kamar hotel melonjak.

The Fullerton Bay Hotel, yang berada di dekat lintasan balap, memasang tarif hingga 5.030 dolar Singapura atau sekitar Rp62 juta per malam untuk sebuah kamar yang dalam kondisi normal hanya berkisar 1.460 dolar Singapura.

Namun, kemeriahan Formula 1 tahun ini berlangsung dengan latar yang berbeda.

Kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia, yang disebut sebagai salah satu yang paling intens dalam lebih dari satu dekade, menyelimuti Singapura.

Badan lingkungan Singapura pada Senin memperkirakan kualitas udara berada pada kategori “moderat tinggi hingga sedikit tidak sehat”. Belum ada prakiraan jangka panjang yang dikeluarkan untuk kondisi udara pada hari balapan, Minggu.

Meski demikian, Singapore Tourism Board menilai momentum penyelenggaraan Formula 1 dan berbagai acara pendukung tetap kuat.

Lembaga tersebut menyebut tingginya aktivitas selama pekan F1 menunjukkan kepercayaan terhadap Singapura tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Formula 1 bukan sekadar ajang olahraga bagi Singapura. Balapan tersebut juga menjadi magnet bagi wisatawan internasional sekaligus ruang pertemuan bagi pelaku bisnis dari berbagai sektor.

Sejumlah konferensi bisnis besar akan berlangsung bersamaan dengan pekan F1.

Forbes CEO Conference dan Milken Asia Summit, yang dimulai Rabu, akan mempertemukan para investor, eksekutif perusahaan, dan tokoh bisnis untuk membahas kondisi ekonomi global.

Para pelaku pasar kini menghadapi sejumlah sumber ketidakpastian. Harga obligasi mengalami tekanan, sementara sentimen terhadap sektor kecerdasan buatan mulai bergeser dari optimisme yang sangat tinggi menjadi lebih berhati-hati.

Di sektor kripto, perhatian tertuju pada TOKEN2049, salah satu konferensi aset digital terbesar di dunia.

Eric Trump, salah satu pendiri World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didukung keluarga Trump, dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut.

Kehadiran Trump berlangsung ketika pasar aset digital masih menghadapi tekanan setelah periode 12 bulan yang penuh gejolak.

Harapan terhadap kerangka regulasi baru di Amerika Serikat juga mengalami kemunduran setelah rancangan tersebut gagal melewati Senat AS bulan lalu. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah keterlibatan pribadi Presiden AS Donald Trump dalam bisnis kripto.

Menurut data agregator CoinGecko, nilai total pasar mata uang kripto memang sempat kembali menguat. Namun, secara keseluruhan nilainya masih turun sekitar seperempat dalam 12 bulan terakhir, menjadi sekitar 3 triliun dolar AS.

25.000 Pengunjung TOKEN2049

Terlepas dari kondisi pasar yang bergejolak, minat terhadap industri kripto belum surut sepenuhnya.

Penyelenggara TOKEN2049 menyatakan acara tersebut hampir mencapai kapasitas penuh. Sekitar 25.000 peserta diperkirakan hadir, sama seperti jumlah pengunjung tahun sebelumnya.

Skala aktivitas bisnis di Singapura bahkan lebih besar lagi.

The Straits Times melaporkan sekitar 90.000 eksekutif tingkat atas atau C-suite diperkirakan berada di Singapura selama periode tersebut.

Dengan demikian, akhir pekan di Singapura bukan sekadar tentang Formula 1.

Di balik deru mesin dan gemerlap balapan malam, negara-kota tersebut juga menjadi titik temu bagi investor, pemimpin perusahaan, pelaku industri kripto, dan tokoh politik.

Formula 1 memberikan panggung globalnya, sementara konferensi bisnis menyediakan ruang untuk membicarakan masa depan ekonomi dunia.

Tahun ini, semuanya berlangsung dengan satu latar tambahan yang tak bisa diabaikan: kabut asap yang menyelimuti Singapura.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.