Siapkan Dana Raksasa, Pramono Anung Bakal Sulap Kawasan Kumuh Tanah Abang Pakai Canggihnya Teknologi

Selasa, 06 Okt 2026, 17:40 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan skema pendanaan gabungan dari APBD, CSR, serta dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) untuk membenahi kawasan permukiman kumuh di Tanah Abang, Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali, Selasa (6/10).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa penataan di jantung ibu kota tersebut akan memanfaatkan teknologi tanpa melakukan penggusuran terhadap hunian maupun fasilitas ibadah warga.

Ket. Foto: Operator menggunakan alat berat mengeruk sedimentasi di aliran Kali Krukut, Kebon Melati, Jakarta, Kamis (17/7/2025). Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat melakukan pengerukan sedimentasi anak Kali Krukut sepanjang 1 kilometer dengan kedalaman 2-3 meter sebagai upaya mengatasi banjir di wilayah tersebut. — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

“Anggaran yang akan dilakukan adalah yang pertama tentunya dari APBD, yang kedua kita akan menggunakan dana-dana dari CSR dan juga SLF, KLB untuk melakukan pembangunan di tempat itu,” ungkap Pramono saat dijumpai di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa.

Kendati demikian, Pramono masih enggan membeberkan besaran anggaran yang disiapkan untuk pembenahan di wilayah-wilayah tersebut.

“Angkanya sebenarnya sudah keluar, tapi saya belum bisa menyampaikan kepada publik,” kata Pramono.

Namun Pramono menegaskan pihaknya tak akan melakukan penggusuran dalam pembenahan tersebut.

Alih-alih menggusur, Pramono mengatakan pihaknya akan melakukan pembenahan dengan teknologi.

“Karena di dalam, di atas sungai itu kebetulan ada rumah-rumah ibadah seperti masjid, musala, dan sebagainya, tentunya akan kami tata menjadi lebih rapi dengan eh apa perkembangan teknologi sekarang. Mudah-mudahan nanti tempat itu menjadi tempat yang tertata dengan baik,” jelas Pramono.

Adapun alasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembenahan adalah karena lokasi-lokasi tersebut dinilai kumuh padahal berada di pusat kota.

Pramono memaparkan, di wilayah-wilayah terdapat ruas yang sudah hampir 60 tahun tidak tertangani secara baik.

Bahkan, lanjutnya, ada beberapa hunian yang dalam satu rumah dihuni oleh 15 orang anggota keluarga sehingga perlu bergantian saat tidur.

"Tidak jauh dari istana, tidak jauh dari Balai Kota, tidak jauh dari Bundaran HI. Tetapi salah satu tempat yang paling kumuh adalah di tempat itu,” kata Pramono.

  • pramono anung
  • pemprov dki jakarta
  • jakarta pusat
  • penataan kawasan kumuh
  • tanah abang

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.