- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Swiss Bakal Mengu...
Presiden Swiss Bakal Mengundurkan Diri dari Pemerintahan
Selasa, 06 Okt 2026, 16:54 WIBBERN - Presiden Swiss Guy Parmelin mengumumkan pada Sabtu (3/10) bahwa ia akan mengundurkan diri dari pemerintahan pada akhir tahun ini, sebuah langkah mendadak setelah lebih dari satu dekade menjabat sebagai menteri.
Jabatan kepresidenan Swiss dirotasi setiap tahun di antara tujuh anggota pemerintahan, yang disebut Dewan Federal, di mana Parmelin (66 tahun) merupakan menteri yang paling lama menjabat.
Parmelin mengatakan dalam konferensi pers di Bern bahwa ia telah memberi tahu rekan-rekan menterinya mengenai keputusannya untuk mengundurkan diri pada 31 Desember 2026.
âSaat itu, sudah 11 tahun sejak saya terpilih untuk jabatan ini, dan waktunya telah tiba bagi saya untuk memberi ruang bagi energi baru di masa-masa yang penuh ketidakpastian ini,â katanya, sambil mengakui bahwa ia merasa âsedikit lelahâ, namun menegaskan bahwa ia tidak mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Sebagai seorang pragmatis, Parmelin tampaknya lebih berhasil menjalin hubungan dengan Presiden AS Donald Trump dibandingkan pendahulunya, Karin Keller-Sutter.
Trump mengejutkan Swiss pada Agustus 2025 ketika ia mengumumkan bea masuk sebesar 39 persen atas impor barang-barang Swiss, salah satu yang tertinggi dalam serangan tarif globalnya.
Parmelin, menteri ekonomi, pergi ke Washington tiga kali dalam upaya untuk menurunkan tarif tersebut.
Akhirnya, Swiss dan Amerika Serikat mengumumkan deklarasi niat untuk memangkas tarif menjadi 15 persen, dengan pihak Swiss berjanji akan berinvestasi sebesar $200 miliar di Amerika Serikat.
Parmelin, yang berprofesi sebagai petani anggur, berasal dari Kanton Vaud di bagian barat yang berbahasa Prancis. Ia merupakan anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) sayap kanan ekstrem, yang merupakan partai terbesar di negara tersebut,
Parmelin sebelumnya menjabat sebagai presiden pada tahun 2021 dan menjadi sorotan utama saat Swiss menjadi tuan rumah KTT di Jenewa antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden.
Presiden Konfederasi Swiss adalah yang terdepan di antara sesama anggota Dewan Federal, memimpin rapat-rapatnya, dan biasanya mewakili negara dalam urusan domestik maupun internasional yang penting.
Jabatan ini diberikan kepada siapa pun yang telah menjabat paling lama di Dewan Federal tanpa pernah menjadi presiden. Menteri Luar Negeri Ignazio Cassis akan menjadi presiden pada tahun 2027.
Parmelin bergabung dengan Dewan Federal pada tahun 2016 sebagai menteri pertahanan dan telah memegang portofolio ekonomi sejak tahun 2019.
Tujuh kursi di Dewan Federal dibagi dengan perbandingan 2-2-2-1 di antara empat partai politik utama berdasarkan kesepakatan diam-diam yang telah berlangsung selama beberapa dekade, yang dikenal sebagai ârumus ajaibâ.
Pengganti Parmelin akan berasal dari SVP. Para calon memiliki waktu hingga 23 Oktober untuk mendaftarkan diri, dan parlemen akan memilih pada 9 Desember. AFP
- Swiss
- swiss franc
- Guy Parmelin
- Bern
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Warga Korsel Makin Gemar Belanja Daring, Transaksi Tembus 25 Triliun Won
-
Tayang 1 Oktober, Film "Lobang Buaya" Garapan Hanung Bramantyo Berlatar Peristiwa Kelam Tahun 1965
-
Lumpuh Total! 2.961 Penerbangan Batal dan 341 Ribu Penumpang Terdampak Krakatau
-
Biar Tak Mudah Tertipu Saat Belanja, Disperindag Sumbar Edukasi Konsumen di Mall
-
AS Izinkan Delegasi Iran Hadiri Sidang Umum PBB di New York
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.