Kemarau Ancam 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk, KemenPU Kerahkan Bendungan Semantok

Selasa, 06 Okt 2026, 23:22 WIB

NGANJUK -Ancaman kekeringan akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, langsung direspons cepat Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Untuk mencegah ribuan hektare sawah gagal panen, Kementerian PU mengoptimalkan Bendungan Semantok sebagai sumber suplesi air.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PU menggelontorkan tambahan debit air sebesar 1,5 m³ per detik ke Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Bening. Pasokan tambahan ini krusial untuk menjaga 8.845 hektare lahan pertanian, khususnya di Kecamatan Rejoso dan sekitarnya yang mulai terdampak penurunan debit air.

Ket. Foto: Ancaman kekeringan akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, langsung direspons cepat Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Untuk mencegah ribuan hektare sawah gagal panen, Kementerian PU mengoptimalkan Bendungan Semantok sebagai sumber suplesi air — Sumber: istimewa

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, optimalisasi bendungan adalah langkah wajib agar infrastruktur yang telah dibangun memberikan manfaat maksimal saat masyarakat menghadapi tekanan iklim.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Menteri Dody, Selasa (6/10).

Skema suplesi dilakukan dengan menyuntikkan pasokan dari sumber air yang masih tersedia ke sistem irigasi yang defisit. Dalam situasi ini, Bendungan Semantok yang memiliki kapasitas tampungan raksasa 32 juta m³ dengan luas genangan 365 hektare menjadi tumpuan.

Bendungan yang sebelumnya telah mengairi 1.906 hektare lahan ini didukung jaringan irigasi sepanjang 25,92 km saluran primer dan 78,20 km saluran sekunder yang terintegrasi dengan sistem D.I. Bening, D.I. Ngomben, dan Rejoso.

Tak hanya untuk pertanian, Bendungan Semantok juga multifungsi. Infrastruktur ini diproyeksikan menyediakan air baku sebesar 312 liter per detik untuk warga di Kecamatan Rejoso, Lengkong, dan Gondang, serta mampu mereduksi debit banjir hingga 137 m³ per detik di hilir Sungai Semantok.

Langkah ini membuktikan bahwa bendungan tidak hanya dibangun untuk kondisi normal, tetapi menjadi instrumen vital pertahanan pangan saat musim kemarau ekstrem melanda.

"Melalui pengelolaan sumber daya air yang adaptif dan terintegrasi, kami pastikan pasokan air tetap tersedia bagi lahan pertanian. Ini adalah komitmen kami untuk memperkuat keandalan irigasi dan menjaga ketahanan pangan di Nganjuk," pungkasnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.